L O V E

L O V E

Sabtu, 19 Maret 2011

Post Traumatic Stress Disorder

Begitu banyak bencana yang melanda dunia ini. Ternyata bukan hanya di Indonesia saja yang mengalami gempa dan tsunami beberapa tahun belakangan ini. Jepang, pada tanggal 11 maret 2011 tepatnya sekitar pukul 15.00 waktu Tokyo mengalami gempa berkekuatan 8.9 SR yang disertai dengan tsunami. Korban yang belum ditemukan dalam bencana ini, dan mungkin akan sulit untuk melakukan pencarian korban pasca bencana ini karena begitu banyaknya warga jepang yang tinggal ditempat itu. Selain orang jepang ada juga orang Indonesia dan orang dari Negara lain yang tinggal di tempat kejadian. Kejadian ini bukan hanya merusak infrastruktur saja tapi juga berpengaruh pada ekonomi dan keadaan psikologis warga yang berada disana.

Warga yang selamat dari bencana gempa dan tsunami tersebut memiliki kemungkinan akan mengalami yang disebut dengan post traumatic stress disorder. Post traumatic stress disorder (PTSD) atau biasa disebut dengan stress pasca trauma adalah gejala yang timbul pada diri yang mengalami suatu peristiwa yang terjadi secara mendadak dan luar biasa. Gejala ini dapat berlangsung dalam hitungan hari,minggu, bulan, bahkan tahun tergantung masing-masing individu dan orang sekitarnya yang mampu mendorongnya untuk bangkit dari gejala ini.

Faktor-faktor dari gangguan stress pasca trauma bencana ini ada dari tekanan lingkungan yang telah hancur yang menimbulkan stress pasca trauma. Selain itu ada juga karakteristik dari stress pasca trauma adalah individu-individu yang pernah mengalami, menyaksikan, dan berhadapan langsung dengan peristiwa yang menyebabkan kematian atau luka serius. Repon yang akan ditimbulkan dari orang yang mengalami gejala ini adalah rasa takut dan ketidakberdayaan. Gejala ini dapat ditangani oleh psikiater dan terapi obat. Gangguan ini tidak dapat hilang tapi sering berkurang seiring waktu bahkan tanpa obat. Tapi tak menutup kemungkinan gangguan ini menyebabkan orang cacat dan tetap mengalami gangguan.

Kemarin saya sempat membaca dari satu media di situs internet menyebutkan bahwa ditemukan satu warga Jepang di Miyagi. Korban tersebut adalah laki-laki sekitar 20 tahun umurnya dan ditemukannya di lantai dua sebuah rumah yang sudah rusak akibat gelombang tsunami tersebut. Kondisi laki-laki itu stabil tapi masih shock dan tidak dapat berbicara. Pria itu dibawa kerumah sakit untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Contoh ini juga merupakan salah satu contoh jelas terjadinya post traumatic stress disorder di Jepang.

Gempa dan tsunami ini menelan banyak korban, sekitar 7.200 orang tewas dan 11.000 orang hilang dan dampak lain pada jutaan orang. Korban dari bencana ini yang selamat kekurangan air, pasokan listrik, bahan bakar dan makanan serta ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal. Selain ini semua bencana ini merusak reactor nuklir yang membuat banyak orang resah.

Dampak-dampak yang ditimbulkan akibat bencana ini begitu banyak sehingga membuat korban yang selamat merasakan betapa rasa takut dan ketidakberdayaannya sangat besar yang membuat mereka hanya bisa terdiam meratapi semua ini. Tapi seharusnya kita sebagai warga Indonesia yang pernah mengalami bencana sama seperti ini juga seharusnya bisa membantu meringankan beban mereka. Mungkin warga Indonesia atau warga yang lain yang bertempat tinggal dekat dengan daerah terkena gempa dan tsunami tersebut bisa membantu member dorongan untuk bangkit dari keterpurukan mereka dan menghilangkan sedikit demi sedikit stress pasca trauma yang dialamni warga tersebut.

Sumber : kompas.com , jumat 11 Maret 2011. 23.04 WIB

Detik.com sabtu, 19 Maret 2011. 11.18 WIB

Mediastore.com

Psikologipopuler : Kunci Pengembangan Diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar