L O V E

L O V E

Sabtu, 19 Maret 2011

Post Traumatic Stress Disorder

Begitu banyak bencana yang melanda dunia ini. Ternyata bukan hanya di Indonesia saja yang mengalami gempa dan tsunami beberapa tahun belakangan ini. Jepang, pada tanggal 11 maret 2011 tepatnya sekitar pukul 15.00 waktu Tokyo mengalami gempa berkekuatan 8.9 SR yang disertai dengan tsunami. Korban yang belum ditemukan dalam bencana ini, dan mungkin akan sulit untuk melakukan pencarian korban pasca bencana ini karena begitu banyaknya warga jepang yang tinggal ditempat itu. Selain orang jepang ada juga orang Indonesia dan orang dari Negara lain yang tinggal di tempat kejadian. Kejadian ini bukan hanya merusak infrastruktur saja tapi juga berpengaruh pada ekonomi dan keadaan psikologis warga yang berada disana.

Warga yang selamat dari bencana gempa dan tsunami tersebut memiliki kemungkinan akan mengalami yang disebut dengan post traumatic stress disorder. Post traumatic stress disorder (PTSD) atau biasa disebut dengan stress pasca trauma adalah gejala yang timbul pada diri yang mengalami suatu peristiwa yang terjadi secara mendadak dan luar biasa. Gejala ini dapat berlangsung dalam hitungan hari,minggu, bulan, bahkan tahun tergantung masing-masing individu dan orang sekitarnya yang mampu mendorongnya untuk bangkit dari gejala ini.

Faktor-faktor dari gangguan stress pasca trauma bencana ini ada dari tekanan lingkungan yang telah hancur yang menimbulkan stress pasca trauma. Selain itu ada juga karakteristik dari stress pasca trauma adalah individu-individu yang pernah mengalami, menyaksikan, dan berhadapan langsung dengan peristiwa yang menyebabkan kematian atau luka serius. Repon yang akan ditimbulkan dari orang yang mengalami gejala ini adalah rasa takut dan ketidakberdayaan. Gejala ini dapat ditangani oleh psikiater dan terapi obat. Gangguan ini tidak dapat hilang tapi sering berkurang seiring waktu bahkan tanpa obat. Tapi tak menutup kemungkinan gangguan ini menyebabkan orang cacat dan tetap mengalami gangguan.

Kemarin saya sempat membaca dari satu media di situs internet menyebutkan bahwa ditemukan satu warga Jepang di Miyagi. Korban tersebut adalah laki-laki sekitar 20 tahun umurnya dan ditemukannya di lantai dua sebuah rumah yang sudah rusak akibat gelombang tsunami tersebut. Kondisi laki-laki itu stabil tapi masih shock dan tidak dapat berbicara. Pria itu dibawa kerumah sakit untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Contoh ini juga merupakan salah satu contoh jelas terjadinya post traumatic stress disorder di Jepang.

Gempa dan tsunami ini menelan banyak korban, sekitar 7.200 orang tewas dan 11.000 orang hilang dan dampak lain pada jutaan orang. Korban dari bencana ini yang selamat kekurangan air, pasokan listrik, bahan bakar dan makanan serta ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal. Selain ini semua bencana ini merusak reactor nuklir yang membuat banyak orang resah.

Dampak-dampak yang ditimbulkan akibat bencana ini begitu banyak sehingga membuat korban yang selamat merasakan betapa rasa takut dan ketidakberdayaannya sangat besar yang membuat mereka hanya bisa terdiam meratapi semua ini. Tapi seharusnya kita sebagai warga Indonesia yang pernah mengalami bencana sama seperti ini juga seharusnya bisa membantu meringankan beban mereka. Mungkin warga Indonesia atau warga yang lain yang bertempat tinggal dekat dengan daerah terkena gempa dan tsunami tersebut bisa membantu member dorongan untuk bangkit dari keterpurukan mereka dan menghilangkan sedikit demi sedikit stress pasca trauma yang dialamni warga tersebut.

Sumber : kompas.com , jumat 11 Maret 2011. 23.04 WIB

Detik.com sabtu, 19 Maret 2011. 11.18 WIB

Mediastore.com

Psikologipopuler : Kunci Pengembangan Diri

Minggu, 13 Maret 2011

Hubungan antara Pertumbuhan Personal, Penyesuaian Diri, dan Stres

Hubungan antara Pertumbuhan Personal, Penyesuaian Diri, dan Stress

Dalam kehidupan manusia mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah perubahan secara perlahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan sekitar itu yang dikemukakan oleh gestalt. Manusia dianugerahi kemampuan untuk meletakkan pertumbuhan karakter dalam kerangka keterbatasan, pertumbuhan karakter pada mulanya dipahami melalui konteks metapsikologi, yaitu sebuah usaha memahami manusia dari dinamika psikologi, berupa kecenderungan tempramental. Selain itu ada pula faktor yang mempengaruhi pertumbuhan personal yaitu faktor biologis, geografi dan kebudayaan khusus. Salah satu tahapan dalam pertumbuhan personal adalah penyesuaian diri.

Penyesuaian diri (adjusment) adalah suatu istilah yang sangat sulit didefinisikan karena penyesuaian diri punya banyak arti, kriteria untuk menilai penyesuaian diri pun tidak dapat dirumuskan dengan jelas. Lawan dari penyesuaian diri (adjustment) adalah ketidakmampuan diri (maladjustment). Kuatnya pengaruh pemikiran evolusi pada psikologi, maka penyesuaian diri disamakan dengan adaptasi, yaitu proses dimana organisme yang agak sederhana mematuhi tuntutan lingkungan. Menurut Fromm adaptasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu adaptasi statis dan adaptasi dinamik. Adaptasi statis digunakan untuk perubahan kebiasaan yang sederhana, contohnya orang yang pindah dari satu kota ke kota lain. Sedangkan adaptasi dinamik itu adalah situasi dimana seseorang menerima hal-hal meskipun menyakitkan, contohnya seorang anak laki-laki tunduk kepada perintah ayah yang keras dan mengancam.

Selain disamakan dengan adaptasi, penyesuaian diri juga bisa disebut sebagai penguasaan, yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengatur respons pribadi sedemikan rupa sehingga konflik,kesulitan, dan frustasi akan hilang dengan munculnya tingkah laku yang efisien. Sedangkan dari psikologi sendiri, penyesuaian diri memiliki banyak arti, antara lain pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi dan konflik, ketenangan pikiran/jiwa, bahkan pembentukan simtom. Penyesuaian diri bersifat relatif karena berbeda-beda dengan norma sosial dan budaya serta individu itu sendiri berbeda-beda dalam tingkah laku. Kriteria lain dalam penyesuaian diri yang baik adalah pengendalian diri sendiri yang berarti orang mengatur impuls-impuls, pikiran, kebiasaan, emosi dan tingkah laku berkaitan dengan prinsip yang dikenakan pada diri sendiri. Standar penilaian yang baik dari tingkat penyesuaian diri adalah pengendalian diri sendiri. Bila penyesuaian diri dalam lingkungan tidak dapat diimbangi salah satu akibatnya adalah stress.

Stress dalam pengertian umum adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dll. Stress dapat digolongkan menjadi beberapa bagian. Ada yang disebut dengan stress fisiologis dimana stress ini disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan organ, sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal. Selain itu ada juga yang disebut dengan stress proses pertumbuhan dan perkembangan. Stres dapat disebabkan oleh dua hal yaitu penyebab makro dan mikro. Penyebab makro itu menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan, contoh kematian. Sedangkan penyebab mikro itu menyangkut peristiwa kecil atau peristiwa sehari-hari.

Ada pula faktor-faktor yang menyebabkan stress yaitu faktor biologis dan sosial kultural. Setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menahan stress. Semua itu tergantung pada sifat dan hakikat stress yaitu intensitas, lokal, dan umum serta individu yang terkait dengan proses adaptasi.

Bila dilihat dari tipe kepribadian individu dibedakan menjadi dua yaitu tipe rentan dan tipe yang kebal. Ciri dari tipe yang rentan adalah emosional, terlalu percaya diri, terlalu waspada, cakap dalam memimpin, berorganisasi, sulit dipengaruhi, dll. Sedangkan ciri dari tipe yang kebal adalah tidak agresif, cara bicara tenang, bertindak tenang, ada keseimbangan antara waktu istirahat dengan waktu kerja, dll.

Dari segi psikologisnya sumber stress ada 4 yaitu frustasi, konflik, tekanan, krisis. Selain sumber stress ada juga tahapan stress yang pertama adalah stress paling ringan. Stress paling ringan ini disertai perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan. Tahap kedua sampai tahap keempat adalah stress yang disertai keluhan seperti bangun pagi tidak segar. Tahap kelima adalah tahap dimana stress ditandai dengan kelebihan fisik dan mental, tahap terakhir atau tahap keenam adalah tahap yang paling berat yaitu tahap dengan tanda-tanda seperti jantung berdebar keras, sesak napas, dan pingsan.

Ada tekhnik singkat untuk menghilangkan stress yaitu melakukan pernapasan dalam, mandi santai dalam bath, tertawa, pijat, membaca, istirahat teratur, ngobrol. Teknik ini adalah teknik yang dikemukakan oleh Dadang Hawari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa antara pertumbuhan personal, penyesuaian diri dan stress memiliki keterkaitan.

Sumber : Kesehatan Mental 1 oleh Drs. Yostinus Semium.OFM

Psikologi Untuk Keperawatan oleh Drs. Sunaryo,M.Kes

Senin, 07 Maret 2011

Kepribadian Menurut Beberapa Ahli Psikologi

Nama : Ratna Sari Fauzia
Kelas : 2PA03
NPM : 10509841


Kepribadian Menurut Beberapa Ahli Psikologi

Carl Rogers yang berusia 20 tahun mengalami suatu pengalaman yang akan menentukan bentuk dan hakikat dari pendekatan terhadap kepribadian. Tidak seperti Allport yang data-datanya diambil dari orang dewasa yang sehat dan matang, rogers bekerja dengan mencari bahan untuk mengubah kepribadian mereka. Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwa masa kanak-kanak, akan tetapi Rogers mengemukakan bahwa pengalaman-pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara pandang untuk masa sekarang yang mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis. Walaupun seperti itu fokus Rogers tetap pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada waktu itu. Sistem tentang kepribadian meliputi cara memelihara, mengaktualisasi, dan meningkatkan semua segi individu. Akan tetapi, aktualisasi berbuat jauh lebih banyak daripada mempertahankan organisme, aktualisasi juga memudahkan dan meningkatkan pematangan dan pertumbuhan.
Waktu kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain-lainnya. Dengan kata lain anak itu mengembangkan suatu “pengertian-diri” (self concept). Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil. Rogers menyebut kebutuhan ini “penghargaan positif” (positive regard”. Positive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes yang dimiliki semua manusia. Self-concept yang dimiliki anak itu sangat dipengaruhi oleh sosok ibu karena anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain. Kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah lakunya yang baik. Karena anak mengembangkan conditional positive regard maka dia menginternalisasikan sikap-sikap ibunya. Syarat utama bagi timbulnya kepribadian yang sehat adalah penerimaan ”penghargaan positif tanpa syarat” (unconditional positive regard) saat masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Unconditional positive regard tidak menghendaki bahwa semua pengekangan terhadap tingkah laku anak tidak ada, tidak berarti bahwa anak bisa melakukan apapun yang diinginkannya tanpa dinasehati.
Hal yang pertama yang dikemukakan oleh Rogers itu adalah mengenai kepribadian yang sehat, yakni kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan yang ada tapi melalui beberapa proses. Hal yang kedua adalah tentang aktualisasi diri dan yang ketiga adalah tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya. Dan hal lain yang dikemukakan oleh Carl Rogers adalah tentang sifat orang yang berfungsi sepenuhnya. Menurut Rogers ciri dari sifat orang yang berfungsi sepenuhnya ada lima antara lain :
Keterbukaan pada Pengalaman. Kepribadian yang fleksibel dapat diartikan pada orang yang sedemikian mengetahui segala sesuatu tentang kodratnya; tidak ada segi yang ditutupi. Sedangkan kepribadian yang defensif dapat diartikan pada orang yang menurut syarat-syarat penghargaannya adalah statis, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalaman-pengalaman tertentu.
Kehidupan Eksistensial. Rogers percaya bahwa kualitas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat esensial dari kepribadian yang sehat.
Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri. Bertingkah laku sesuai dengan apa yang dirasakan benar merupakan pedoman yang cukup baik yang bisa diandalkan daripada faktor-faktor rasional atau intelektual.
Perasaan Bebas. Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga dia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak.
Kreativitas. Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan yang drastis.
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Rogers adalah salah satu ahli psikologi yang mampu mengemukakan tentang kepribadian yang sehat. Rogers mampu menjelaskan pengembangan self yang ada pada diri manusia. Selain itu juga Rogers dapat menjelaskan ciri dari orang yang berfungsi sepenuhnya.
Selanjutnya adalah ahli psikologi yang bernama Erich Fromm. Sejak Fromm berusia 12 tahun dia sudah di hadapi dengan masalah atau tragedi yang menyeramkan yang membuat dia semakin penasaran tentang penyebab yang terjadi pada tragedi tersebut yang membuat dia melakukan pendekatan terhadap kepribadian. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Dan Fromm percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan sesuai dengan keadaan masyarakat yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar individu tersebut.
Yang penting dalam mempengaruhi kepribadian adalah kebutuhan psikologis yang tidak dimiliki oleh binatang lebih rendah. Semua manusia yang sehat ataupun tidak sehat didukung oleh kebutuhan tersebut. Perbedaan antara orang yang sehat dengan yang tidak sehat yaitu dengan bagaimana cara mereka untuk membuat kebutuhan itu dipenuhi atau dipuaskan. Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan. Yaitu :
1. Hubungan. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menemukan hubungan yaitu destruktif (tidak sehat) dan cara lain yang konstruktif (sehat). Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia adalah melalui cinta.
2. Transendensi. Destruktivitas dan kreativitas keduanya berakar secara mendalam pada kodrat manusia.
3. Berakar. Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan persaudaraan sesama umat manusia. From mengemukakan bahwa suatu cinta yang berfokus pada negara sndiri mengeluarkan cinta terhadap orang-orang dari negara lain dan ini merupakan suatu bentuk pemujaan berhala, bukan cinta.
4. Perasaan Identitas. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan ini adalah individualitas. Ada juga cara yang tidak sehat yaitu membentuk suatu perasaan identitas dengan menyesuaikan diri dengan sifat n suku orang.
5. Kerangka Orientasi.
Fromm menyebutkan bahwa kepribadian yang sehat adalah orientasi produktifitas, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadain yang matang dari Allport. Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu yang merupakan hasil yang sangat penting dari orang, yakni diri. Ada empat segi tambahan yang diberikan Fromm untuk membantu dalam pemahaman tentang kepribadian yang sehat, yaitu cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan dan suara hati. Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana pasangan saling mempertahankan pasangannya. Lalu pikiran yang produktif itu meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikiran yang produktif ini didorong oleh adanya perhatian yang kuat dari objek pikiran. Kebahagiaan adalah suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif. Selanjutnya Fromm membedakan dua tipe suara hati, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter ialah antitesis terhadap kehidupan produktifitas. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Selain orientasi otoriter dan humanistis ada juga yang disebut dengan orientasi produktif. Orientasi produktif adalah suatu keadaan ideal atau tujuan perkembangan manusia yang belum pernah dicapai oleh masyarakat manapun. Ada alternatif lain yang dikemukakan oleh Fromm selain orientasi produktif yaitu orientasi tidak produktif yaitu orientasi reseptif, ekspoitatif, penimbunan, dan pemasaran.
Jadi dari penjelasan diatas menunjukan bahwa Fromm menjelaskan kepribadian yang sehat adalah suatu produk kebudayaan. Sebenarnya penjelasan Fromm itu tidak jauh berbeda dengan Allport. Dalam penjelasan diatas Fromm juga mengandung kebenaran-kebenaran yang kekal. Dari penjelasan diatas dijelaskan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan yang menimbulkan adanya dorongan kepribadian yang sehat.
Ahli psikologi selanjutnya adalah Abraham Maslow. Pendekatan Maslow terhadap kepribadian yaitu saat dia memiliki satu tujuan yang menantang ialah mempelajari berapa banyak potensi yang setiap orang miliki untuk perkembangan dan pengungkapan manusia yang penuh. Menurut Maslow untuk menyelidiki kesehatan psikologis, satu-satunya tipe oramh yang dipelajari adalah orang yang sangat sehat. Maslow mengemukakan bahwa kita harus mempelajari contoh yang paling baik, paling sehat, dan paling matang dari spesies manusia. Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan-diri. Jadi prasyarat untuk mencapai aktualisasi-diri ialah memuaskan empat kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, dan seks serta pemuasan terhadap kebutuhan tersebut untuk kelangsungan hidup. Kebutuhan ini sangat penting karena kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat kuat dibanding dengan kebutuhan yang lain,
2. Apabila kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi selanjutnya akan timbul dorongan oleh kebutuhan rasa aman. Kebutuhan rasa aman meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan rasa cemas.
3. Apabila kita sudah mencapai tingkat tertentu dari kebutuhan rasa aman, maka kita akan digerakkan untuk memuaskan kebutuhan akan memiliki dan cinta.
4. Apabila kebutuhan akan memiliki dan cinta cukup berhasil dipenuhi, maka kita akan membutuhkan perasaan penghargaan. Menurut Maslow ada dua macam kebutuhan akan penghargaan yaitu penghargaan yang berasal dari orang lain dan penghargaan dari diri sendiri.
Setelah semua kebutuhan ini terpenuhi, maka kita akan didorong untuk memenuhi kebutuhan yang tingkatannya paling tinggi yaitu kebutuhan aktualisasi-diri. Setelah semua kebutuhan ini terpenuhi ada lagi kebutuhan kedua yang beroperasi sebagai tambahan dari kebutuhan tingkat pertama diatas yaitu kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. Diantara dua itu kebutuhan yang sangat kuat adalah kebutuhan untuk memahami. Ada beberapa sifat khusus untuk menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri antara lain :
Mengamati realitas secara efisien. Menurut Maslow pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri adalah hakim-hakim yang teliti terhadap orang lain, mampu menemukan dengan cepat ketidakjujuran dan penipuan.
Penerimaan umum atas kodrat, orang-orang lain dan diri sendiri. Orang-orang sehat begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus merubah atau memalsukan diri mereka. Sebaliknya orang yang neurotis dilumpuhkan oleh perasaan malu, begitu menghantui sehingga mereka mengalihkan waktu dan energi dari hal-hal yang lebih konstruktif.
Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran. Orang yang neurotis dan orang yang tidak mengaktualisasikan-diri tidak dapat berfungsi secara spontan, mereka harus mengubah segi-segi diri mereka yang menyebabkan mereka merasa malu atau merasa salah.
Fokus pada masalah-masalah di luar diri mereka.
Kebutuhan akan privasi dan independensi. Orang yang mengaktualisasikan-diri nya memiliki suatu kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang lain untuk kepuasan mereka dan dengan demikian mereka mungkin menjauhkan diri dan tidak ramah. Berbeda dengan orang yang neurotis, biasanya mereka secara sangat emosional tergantung pada orang lain untuk kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkannya sendiri.
Berfungsi secara otonom. Kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka.
Apresiasi yang senantiasa segar.
Pengalaman-pengalaman mistik atau ”puncak”. Menurut pengalam mistik, pengaktualisasi-diri dibedakan menjadi dua yaitu nonpeakers dan peakers. Nonpeakers cenderung menjadi orang-orang yang praktis, berinteraksi dengan dunia yang nyata secara efektif. Sedangkan peakers lebih hidupo di dunia-B, memiliki pengalaman-pengalaman puncak yang memberikan wawasan yang jelas tentang diri mereka dan dunia mereka cenderung menjadi lebih mistik, puitis dan saleh. Tapi Maslow menegaskan bahwa tidak semua peakers adalah orang mistik, seniman, atau ahli ilmu pengetahuan.
Minat sosial.
Hubungan antarpribadi.
Struktur watak demokratis. Orang yang sangat sehat membiarkan dan menerima semua oang tanpa memperhatikan kelas sosial, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit.
Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk.
Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan.
Kreativitas
Resistensi terhadap inkulturasi.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepribadian sehat menurut Maslow adalah tentang pengaktualisasian-diri seseorang. Dan diatas sudah dijelaskan tentang sifat khusus dari aktualisasi-diri.
Dari semua penjelasan diatas oleh beberapa ahli menyebutkan tentang kepribadian sehat yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman dari cara mereka meneliti semuanya.


Sumber : Schultz,Duane. ”Psikologi Pertumbuhan Model-Model kepribadian Sehat”

Selasa, 01 Maret 2011

Kepribadian Sehat

Kepribadian sehat ?. Seperti apakah kepribadian sehat menurut para ahli psikologi ?. Bagaimana tingkah laku, pikiran, dan perasaan orang yang memiliki kepribadian sehat ?. Mampukah kita memiliki kepribadian sehat seperti yang dijelaskan oleh para ahli psikologi ?.
Banyak para ahli psikologi yang mengungkapkan tentang apa dan seperti apa kepribadian sehat itu. Para ahli psikologi pertumbuhan (yang didominasi oleh ahli psikologi humanistik) menjelaskan bahwa kepribadian sehat sebagai kodrat manusia. Individu digambarkan sebagai suatu organisme yang tersusun baik secara teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, dan kreativitas, jika di ibaratkan manusia itu seperti alat pengatur panas.
Pendapat lain tentang kepribadian sehat yaitu pendapat yang dikemukakan oleh para ahli psikologi behaviorisme. Mereka mengatakan kepribadian sehat manusia itu di ibaratkan seperti suatu mesin, artinya dimana manusia sebagai suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Berbeda dengan pendapat para ahli psikologi humanistik tadi, behaviorisme lebih memberi keterbatasan tentang kodrat manusia.
Dan pendapat selanjutnya di ungkapkan oleh para ahli psikoanalisa. Apa yang di ungkapkan oleh para ahli ini berbanding terbalik dengan apa yang di ungkapkan ahli humanistik. Pendapat para ahli psikoanalisa hampir sama dengan pendapat para ahli behaviorisme. Baik behaviorisme maupun psikoanalisa tidak berbicara mengenai potensi kita tumbuh lebih baik, bisa dibilang pendapat para ahli ini memberikan suatu gambaran yang pesimis tentang kodrat manusia. Bila dilihat dari behaviorisme orang-orang yang menganut ajaran ini memberikan respons pasif terhadap stimulus dari luar dan orang-orang yang menganut ajaran psikoanalisa itu sebagai korban dari kekuatan-kekuatan biologis dan konflik-konflik masa anak-anak.
Salah satu tokoh yang mengungkapkan tentang kepribadian sehat adalah Allport. Kepribadian sehat menurut Allport adalah bagian dari ulasan tentang kesehatan mental. Menurutnya kodrat manusia yang diutarakannya itu positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Allport mengatakan bahwa kepribadian sehat adalah kepribadian yang matang dimana orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intensi-intensi ke arah masa depan dan antisipasi-antisipasi masa depan. Ada tujuh kriteria kepribadian yang matang menurut Allport yaitu
1. Perluasan perasaan diri yaitu ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatiannya di luar diri. akan tetapi, tidak cukup hanya interaksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri, orang juga harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh Allport menamakannya "partisipasi otentik".
2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain. Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orangtua, partner, teman akrab , dan yang lainnya.
3. Keamanan emosional. Kualitas yang dimiliki dari keamanan emosional menurut Allport adalah "sabar terhadap kekecewaan", orang-orang yang sehat sabar dalam menghadapi segala bentuk kekecewaan, dan orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan-perasaan tidak aman dan ketakutan-ketakutan tetapi mereka merasa kurang terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut dengan lebih baik.
4. Persepsi Realistis. Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif.
5. Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas.
6. Pemahaman diri.
7. Filsafat hidup yang mempersatukan.
Selain kepribadian yang matang dalam diri kepribadian yang sehat itu harus adanya motivasi. Allport percaya bahwa orang sehat didorong ke depan oleh suatu visi masa depan dan visi itu mempersatukan kepribadian dan membawa orang itu kepada tingkat tegangan yang bertambah. Konsep diri juga penting menurut Allport dalam kepribadian yang sehat. Ada istilah yang disebut denga proprium yaitu konsep diri, dimana konsep diri ini menunjuk kepada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. Proprium itu berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tingkat "diri". Jadi Proprium adalah susunan dari tujuh tingkat "diri". Munculnya proprium merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat. Dalam prorium ada yang disebut dengan identitas diri, harga diri, perluasan diri, diri sebagai pelaku rasional, dan perjuangan proprium. Dengan demikian pengalaman masa kanak-kanak sangat penting dalam perkembangan kepribadian yang sehat.
sumber : Schultz "psikologi pertumbuhan, model-model kepribadian yang sehat"