L O V E

L O V E

Sabtu, 24 Desember 2011

pola asuh orangtua pada anak perempuan dalam suku batak

nama : Ratna Sari Fauzia
kelas : 3PA03
npm : 10509841

Judul dari tugas ini adalah pola asuh orangtua pada anak perempuan dalam suku batak. Dan teori yang digunakan adalah teori pola asuh, anak perempuan, dan suku batak. Sampai saat ini kelompok kami masih mengerjakan bagian teori dan dalam proses pembuatan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada sumber. Sumber informasi kami ada 2 anak perempuan dari suku batak. Kenapa kami mengambil judul di atas karena kami ingin tau bagaimana pola asuh orangtua suku batak kepada anak perempuannya. dan saat ini pengerjaan kami sudah sampai pembuatan pertanyaan yang akan di ajukan kepada subjek kami. hambatan yang kami rasakan salah satunya adalah dalam mencari landasan teori yang kami gunakan.

Selasa, 04 Oktober 2011

KEBUDAYAAN INDIS

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas pembahasan dari buku yang berjudul (KEBUDAYAAN INDIS ” Dari Zaman Kompeni sampai Revolusi”). Tugas ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah (Psikologi Lintas Budaya).
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga tugas ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Tugas ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga tugas ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta, Oktober 2011



I. PENDAHULUAN
Sejak lama sebelum kedatangan bangsa belanda di kepulauan indonesia, orang india, cina, arab dan portugis telah hadir pulau jawa. Masing-masing membawa kebudayaannya sendiri. Pada abad ke-16, orang belanda datang ke indonesia hanya untuk berdagang tetapi kemudian menjadi penguasa di Indonesia.
Kata india berasal dari bahasa belanda “nederlandsch indie” atau hindia belanda, yaitu nama daerah jajahan Belanda di seberang lautan yang secara geografis meliputi jajahan di kepulauan yang disebut nederlandsch oost indie. Istilah indies dikenal makin luas oleh masyarakat dengan berdirinya partai-partai politik, seperti indische partai yang didirikan oleh douwes dekker, tjipto mangun kusumo dan suwardi suryanigrat pada 1912. Ada pula partai indische yang banyak diikuti oleh mayarakat indo-belanda. Kata Indis bagi bangsa indonesia pada masa tertentu dirasakan sebagai penghinaan karena biasa disebut bangsa kelas rendah (babu). Namun sebagai suatu gaya seni yang memiliki ciri khusus dan lahir dalam penderitaan penjajahan kolonial, penyebutan itu sangat tepat.

A. Tinjauan Teori

Teori yang berhubungan dengan isi buku :

1. Adanya perbedaan sosial atau penggolongan masyarakat Teori kebudayaan adalah usaha untuk mengonseptualkan kebermaknaan itu, untuk memahami pertalian antara data dengan manusia dan kelompok manusia yang mewujudkan data itu. Teori kebudayaan adalah usaha konseptual untuk memahami bagaimana manusia menggunakan kebudayaan untuk melangsungkan kehidupannya dalam kelompok, mempertahankan kehidupannya melalui penggarapan lingkungan alam dan memelihara keseimbangannya dengan dunia supranatural.
Teori kolonisasi Teori ini berusaha menjelaskan proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan menekankan pada peranaktif dari orang-orang Indis dalam menyebarkan pengaruhnya di Indonesia. Berdasarkan teori ini orang Indonesia sendiri sangat pasif, artinya mereka hanya menjadi objek penerima pengaruh kebudayaan indis.
Teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan.

2. Adanya Aktulurasi Kebudayaan

Teori diatas dapat dikaitkan dengan kebudayaan indis dengan :
- Reflector menganjurkan pula hendaknya jangan bersikap memiliki sentiment dan menolak menggunakan unsur-unsur budaya bangsa Pribumi. Apabila perlu, setidak-tidaknya mereka bias mengawinkan dua unsur sebagai usaha baru dalam penciptaan.
- Adanya kelompok pakar ahli bangunan di Hindia Belanda yang menginginkan penggunaan unsur budaya tradisional jawa dalam penciptaan seni bangunan di Eropa.
- Kelompok pertama, mengutamakan pemindahan dari negeri ibu (Belanda), yang menghendaki seni bangunan (nasional Belanda) diberlakukan di daerah koloni, khususnya jawa. Alasannya ialah kemajuan teknik bangunan tidak mudah untuk diduga sebelumnya.
- Kelompok kedua, adanya pertimbangan politik, mereka lebih mengharapkan adanya peralihan ke seni jawa yang dapat menuju ke seni Indo-Eropa, yaitu apabila nantinya Hindia Belanda telah dapat berdiri sendiri.
Hal ini menggambarkan bahwa adanya percampuran budaya antara eropa dan jawa tanpa menghilangkan unsur budaya dari masing-masing kebudayaan yang ada.

B. Pembahasan

Awal Terbentuknya Kebudayaan Indis
Sejak lama sebelum kedatangan bangsa belanda di kepulauan indonesia, orang india, cina, arab dan portugis telah hadir pulau jawa. Masing-masing membawa kebudayaannya sendiri. Pada abad ke-16, orang belanda datang ke indonesia hanya untuk berdagang tetapi kemudian menjadi penguasa di indonesia, pada awal kehadirannya mereka mendirikan gudang-gudang (pakhuizen) untuk menimbun barang dagangan yang berupa rempah-rempah, gudang-gudang tersebut berlokasi di banten, jepara dan jayakarta. VOC yang memiliki modal besar untuk mendirikan gudang penyimpanan tersebut. Tempat itu juga dijadikan sebagai benteng pertahanan dan tempat tinggal, benteng pertahanan disini adalah sebagai tempat untuk bersaing dengan pedagang-pedagang bangsa lain.
Jan pieterzoon coen hadir di batavia pada tahun 1619, membangun gudang penyimpanan barang yang diperkuat dengan perbentengan. Istana sekaligus benteng yang dibangunnya di tepi timur kali ciliwung dan mulai berkembang di daerah pedalaman, untuk menghindari luapan banjir coen membuat sejumlah terusan (kanal), kota batavia sudah menjadi kota benteng dengan luas ± 150 hektar.

1. Segala kesibukan perdagangan dan kehidupan sehari-hari berpusat dibenteng, rumah tinggal para pejabat serta harta mereka, seperti arsip, uamg dan kekayaan lainnya, disimpan didalam benteng. Dengan kata lain semua detak jantung kegiatan ekonomi kompeni berlangsung di dalam benteng. Gubernur jendral valckenier (1737-1741) adalah pejabat tertinggi terakhir di dalam benteng, sesudah itu semua gubernur jendral penggantinya tinggal di luar benteng, sementara itu pejabat VOC membangun rumah-rumah peristirahatan dan taman yang luas. Bangunan ini dibuat dengan mengikuti model belanda pada abad ke-18, dengan ciri-ciri yang sangat mirip dengan bangunan di belanda. Kehadiran orang belanda di indonesia yang kemudian menjadi penguasa mempengaruhi gaya hidup, bentuk bangunan rumah tradisional, serta fungsi ruangannya. Alat perlengkapan rumah tangga tradisoonal jawa yang biasa digunakan masyarakat setempat juga mengalami perubahan. Dengan demikian kebudayaan belanda dalam hal gaya hidup berumah tangga sehari-hari, serta ketujuh unsur universal kebudayaan bahasa,peralatan dan perlengkapan hidup manusia, mata pencarian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, kesenian, ilmu pengetahuan dan relegi. Kata india berasal dari bahasa belanda “nederlandsch indie” atau hindia belanda, yaitu nama daerah jajahan Belanda di seberang lautan yang secara geografis meliputi jajahan di kepulauan yang disebut nederlandsch oost indie. Istilah indies dikenal makin luas oleh masyarakat dengan berdirinya partai-partai politik, seperti indische partai yang didirikan oleh douwes dekker, tjipto mangun kusumo dan suwardi suryanigrat pada 1912. Perkembangan kebudayaan indis berakhir bersamaan dengan runtuhnya kekuasaan Hindia-Belanda ke tangan kekuasaanbalatera jepang selama tiga setengah tahu. Gaya hidup indis yangg mewah terusik oleh perang dunia II yang berkecamuk dan melumpuhkan gairah hidup. Sulitnya hidup masa perang juga menghentikan segala aktivitas kesenian. Pola hidup dan gaya indis tidak lagi berkembang namun bangunan rumah gaya indis masih berdiri kokoh sampai sekarang. Pada masa VOC, ada pula pengaruh Portugis yang masih tertinggal, yaitu dalam sebutan terhadap orang terhormat. Kelompok masyarakat utama yang terhormat (mijnheer) disebut “signores”, dan keturunannya disebut “sinyo”. Oleh orang pribumi, keturunan pertama Belanda asli disebut “grad satu” atau “liplap”, sedangkan “grad kedua” disebut “grobiak”, dan “grad ketiga” disebut “kasoedik”. Liplap biasanya menjadi pedagang atau pengusaha; grobiak kebanyakan menjadi pelaut, nelayan dan tentara; sedangkan kasoedik menjadi pemburu dan nelayan. Kata grobiak dan kasoedik lama-kelamaan menghilang. Kata liplap masih sering diucapkan, sama halnya dengan kata sinyo. Akhirnya, semua istilah tersebut hilang dan digantikan dengan kata “Indo Europeaan” sebagai julukan (istilah) kehormatan. Mata pencaharian pada saat itu adalah lapangan pekerjaan yang tersedia bagi Pribumi pada masa itu adalah pekerjaan administrasi serta militer dan swasta. Semua kemampuan dibutuhkan, baik yang berupa kepandaian dan keterampilan maupun tenaga kasar. Pekerjaan yang menggunakan tenaga Indo Eropa atau Pribumi seperti prajurit Sewaan, pejabat administrasi pemerintahan , tenaga kasar.

Kelengkapan hidup pada masa indis :

a. Rumah tempat tinggal

Bentuk bangunan rumah tempat tinggal para pejabat pemerintah Hindia-Belanda yang memiliki ciri-ciri perpaduan antara bentuk bangunan belanda dan rumah tradisonal , berdasarkan sejarah seni rupa bangunan tersebuat disebut gaya bangunan indis , suburnya budaya indis pada awalnya didukung oleh kebiasaan hidup membujang para pejabat belanda. Rumah tempat tinggal, bentuk bangunan tempat tinggal dengan ukuran yang besar dan luas, memiliki hiasan mewah, penataan halaman yang rapi, dan perabotan lengkap merupakan tolak ukur derajat kekayaan pemiliknya dan status sosial dalam masyarakat.

b. Pakaian dan kelengkapan

Ciri lain gaya hidup pada zaman itu yang banyak dipengaruhi oleh gaya Eropa ialah tata busana. Karena pengaruh para pembantu rumahtangga dan para nyai, kaum perempuan indis mengenakan sarung dan kebaya. Kain dan kebaya juga dikenakan untuk pakaian sehari-hari di rumah oleh para perempuan Eropa, sedangkan pria mengenakan sarung dan baju takwo atau pakaian tidur (piyama) motif batik.

c. Alat berkarya dan berproduksi

Belanda mengenalkan kepada penduduk Pribumi berbagai ala untuk berkarya atau alat-alat yang dapat digunakan untuk memudahkan kehidupan misalnya mesih jahit, lampu gantung, lampu gas, dan kereta tunggang yang disebut dos-a-dos atau sado.

d. Kelengkapan Alat Dapur dan Jenis Makanan

Di negeri Belanda sampai sekarang banyak rumah makan yang menyediakan berbagai jenis masakan (menu) Indis Tempo Doeloe dengan memasang papan nama bertuliskan “Indische Restaurant”. Banyak keluarga Belanda, khususnya anak keturunan yang pernah tinggal atau datang dari Indonesia, menghidangkan menu Indische rijsttafel. Hidangan ini terdiri atas nasi soto, nasi goring, gado-gado, nasi rames, lumpia, dan sebagainya. Sementara itu di Indonesia, masyarakat Indis, termasuk priyayi Jawa,menghidangkan makanan keluarga dengan perlengkapan dan menu campuran Eropa dan Jawa, misalnya beafstuk, resoulles, soep. Pengaturan susunan peralatan makan di meja makan pun tidak sama dengan di negeri Belanda.

Pendidikan dan Pengajaran

Lazim dalam pandangan masyarakat tradisional, orang yang berusia lanjut memiliki pengalaman yang luas. Hal itu disebabkan oleh akumulasi pengalaman yang dilihat dan didengar, sehingga orang berusia lanjut dianggap memiliki kebijakan dan kearifan. Pandangan tersebut tertanam kuat pada masyarakat jawa. Pada kelompok masyarakat ini, orang muda di Jawa harus mengikuti adat-istiadat dan kebiasaan orang tua-orang tua mereka. Dengan demikian, proses belajar dan penyampaian pengetahuan serta nilai-nilai secara turun-temurun, dari mulut ke mulut, berperan sangat penting. Setiap anggota masyarakat tunduk pada adat. Banyak peraturan dan kaidah-kaidah dalam masyarakat tradisional masih bercorak kaidah kesusilaan, kepercayaan dan keagamaan. Adanya kaidah-kaidah tersebut menjadikan orang takut tertimpa akibat di dunia maupun di akhirat apabila melakukan pelanggaran. Proses pendidikan tradisional Jawa yang semula berfungsi sebagai pelestarian budaya dan kesinambungan generasi, telah melunak pada masyarakat Indis. Banyak unsur budaya Jawa mempengaruhi anak-anak keturunan Eropa, dan sebaliknya banyak pengaruh unsur Eropa pada anak-anak para priyayi. Para priyayi pertama-tama menuntut kemajuan para putranya dengan pendidikan modern, dengan maksud mereka dapat menduduki posisi jabatan dalam administrasi pemerintahan Hindia Belanda, suatu profesi yang terpandang dalam masyarakat Jawa. Di Yogyakarta didirikan sekolah yang terbagi dalam sembilan desa pada tahun 1910-1930, yaitu: a) Standaardschool; b) Volkschool; c) Volkschool voor Meisjes; dan d) Veroolgshool voor Meisjes.

Religi

Enkulturasi adalah suatu proses pembentukan budaya dari dua bentuk kelompok budaya yang berbeda sampai munculnya pranata yang mantap. Dalam pembahasan kajian teologi, enkulturasi diartikan sebagai rancangan bangun teologi lokal. Pross enkulturasi tidak hanya didukung oleh keseluruhan penyesuaian diri dalam kehidupan sosial, tetapi juga didukung oleh pengalaman-pengalaman sosial seperti bentuk ucapan atau bahasa, tingkah laku, lambang dan simbol-simbol serta sistem kepercayaan.
Pertama, proses enkulturasi ditandai oleh adanya pengenalan lingkungan sosial, penyesuaian adat, serta terjalinnya relasi atau hubungan dalam interaksi sosial budaya. Kedua, proses enkulturasi ditandai dengan adanya koeksistensi dan proses menjadi plural yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Tahap ini menempatkan kepribadian dasar sebagai objek legitimasi enkulturasi. Segala aspirasi, sikap, dan keyakinan mencermikan diformulasikan dalam bentuk munculnya sinkretisme kebudayaan, kesenian, dan agama.

Proses penyebaran agama Katolik itu dilakukan dengan berbagai cara, seperti mendirikan prasarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, memberikan bantuan sosial, serta melakukan sinkretisme dengan kebudayaan, kesenian dan agama setempat. Sinkretisme kebudayaan dan agama ini kemudian diimplementasikan dengan istilah lokalisasi, pemribumian teologi, kontekstualisasi dan inkulturasi.
Sinkretisme, sebagai bentuk perpaduan dua unsur budaya dan agama, memiliki berbagai jenis bentuk. Robert J. Schreiter, C.P.P.S. membedakan jenis sinkretisme itu dalam tiga kelompok: 1) sinkretisme agama Kristen dengan agama (kepercayaan) lokal, 2) sinkretisme pencampuran unsur-unsur bukan Kristen, serta 3) sistem keagamaan yang bersifat selektif dalam memasukkan unsur-unsur Kristen. Secara implisit ataupun eksplisit, sinkretisme berkaitan dengan usaha pencampuran unsur-unsur dari dua sistem keagamaan sampai satu titik perpaduan.

Gereja Hati Kudus di Ganjuran Yogyakarta mulai dibangun pada 14 April 1924, batu pertamanya diletakkan oleh kakak-beradik Prof. Dr. Joseph Schmutzer dan Dr. Ir. Jules Schmutzer. Gereja bergaya arsitektur Jawa ini (berdenah axial bouw) dibangun dalam satu kompleks dengan rumahsakit, asrama putri, dan sebuah bangunan berbentuk candi kecil tetapi dengan lambang-lambang agama Katolik (disebut Monumen Hati Kudus). Di dalam bangunan gereja ini terdapat kelengkapan gereja, antara lain altar (meja tempat pengorbanan Kristus), Sacristie (ruangan di dalam gereja untuk menyimpan alat-alat upacara), doopvon wadah air untuk membaptis) dan Cathechumennen (tempat katekis atau pengijil) yang semuanya berhiaskan ragam Jawa.

Di Pulau Jawa terdapat banyak peninggalan bangunan kuno berupa candi dari masa Jawa Hindu dan san Buddha Gautama yang terbuat dari batu kali. Peranan suku Jawa besar sekali dalam membangun bangunan suci beserta patung dan ragam hiasnya.
Di Gereja Katolik Ganjuran Yogyakarta, sinkretisme kebudayaan dimulai dengan dipakainya gamelan dan bidang kesenian lainnya dalam kegiatan ritual gereja. Berturut-turut disajikan berbagai bidang karya seni Jawa yang menurut Schmutzer dapat diguanakan sebagai media menjelaskan ajaran Katolik dan diterapkan dalam enkulturasi, antara lain menggunakan ilham (inspirasi) dari wayang kulit purwa. Wayang kulit purwa digunakan dalam menjelaskan kontak Trinitas ajaraan Katolik, yaitu wayang dapat berarti ayang-ayang atau bayang-bayang, yaitu bayangan nenek moyang, di sini diartikan sebagai Trinitas. R.M. Poerwodiwiryo melukiskan keagungan Sang Tri-Mulyo Mahasuci yang dipinjamnya dari wayang purwa. Ketiga tokoh suci itu ialah Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus. Ketiga tokoh suci tersebut berpakaian kebesaran tertinggi pewayangan dan juga mengenakan simbol-simbol dalam pewayangan.
Inspirasi relief Candi Borobudur mengilhami pemahatan adegan Gusti Yesus Kepatapan Ukum Pati (Kristus Dipidana Hukum Mati), dan Gusti Yesus Manggul Pamenthangan (Sang Kristus Memikul Kayu Salib). Kedua relief tersebut mengingatkan pada relief Candi Borobudur yang melukiskan Buddha Carita yang menggambarkan Sang Buddha duduk bersila di atas singgasana dengan ceruk-ceruk (nis) berbingkai.
Pelukis gaya batik Fr. X. Djoemingan melukis Diah Maria Ibu Dalem. Lukisan ini menggambarkan Bunda Maria dan Sang Timur berpakaian gaya Jawa, bermahkota, baju kebaya lengan panjang, kain batik parangrusak, beralas kaki selop, selendangan panjang, rambut terurai panjang, aksesoris berupa gelang, kalung dan kelat bahu.
Musik Gamelan dan Lagu-lagu untuk Mengiringi Upacara Gerejani (Liturgi): adapun untuk instrumen musik iringan upacara agama (liturgi), atas jasa Broeder Clementius dan Ivo dari Yogyakarta, dibuat lagu-lagu untuk iringan lagu kegerejaan menggunakan gamelan Jawa. R. Soehardji seorang bekas murid dari Muntilan membuat komposisi nada lagu pelog untuk dilantumkan pada misa di Yogya dan Mendut.

Kehidupan Keluarga Sehari-hari Dirumah

satu kebiasaan yang umum dilakukan bangsa pribumi jawa pada pagi hari adalah ke kali, hal demikian sangat biasa termasuk untuk para perempuannya, kebiasaan yang seperti ini membuat jamban terletak di luar rumah.
Sudah sejak lama keturunan belanda membuat tempat untuk mandi badhuisjei di tepi sungai, air didapat dari sumber air di Molenvliet yang disalurkan lewat pipa. Apabila orang mandi orang membuka kunci saluran air, sehingga air dapat menggalir dan terbuang lewat saluran air limbah, namun terbentang sepanjang ruah atau halaman rumah bagian belakang namun bak tersebut mengandung lumpur. Kamar mandi yang terletak di dalam rumah sudah dikenal orang pada 1870, tentu saja masih berbentuk sederhana. Pada sisi belakangan ruangan terdapat washuys. disitu terletak sebuah wasschbalie of bad yaitu sebuah tong ber untuk mandi dengan gayung.

Bagaimana cara orang batavia mandi pada abad ke-18? Orang dapat melihatnya lewat lukisan yang dibuatb oleh J. Rach yaitu gambar sungai dan seorang perempuan yang sedang mandi, kebiasaan mandi yang tergambar dilukisan itu sudah sangat lazim pada saat itu. Orang yang lahir dibelandasebenarnya membenci kebiasaan mandi etiap hari, hal demikian itu juga berlaku bagi bangsa portugis termasuk juga perempuannya, kkhususnya para nona. Untukn menggantikan mandi mereka lebih senng mengenakan pakaian dalam yang tipis. Pada 1753 orang masih memberitakan kebiasaan seperti itu dengan menyebutnya wassen (mandi) untuk menjadikan tubuh segar.

Daur Hidup dan Gaya Hidup Mewah

Daur hidup atau life cycle adalah suatu rangkaian dalam perkembangan kehidupan seseorang untuk kembali ke status aslinya dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Ada tiga peristiwa penting dalam daur kehidupan manusia yaitu kelahiran, perkawinan dan kematian.

Ada tiga daur krhidupan yang akan dibahas yaitu :
1. Upacara kelahiran
Kelahiran anggota baru dalam keluarga lazim dirayakan dengan berbagai upacara. Sebelum melahirkan keluarga indis yang mampu sudah menyiapkan baju kanak-kanak, ranjang untuk si bayi dll. Upacara penting setalah kelahiran adalah pemberian nama dan upacara pembaptisan di gereja. Orang tua juga dapat memanggil pendeta untuk pembaptis pendeta dirumah. Serta banyaknya peraturan yang diberlakukan umtuk mendapatkan pengesahan perkawinan seseorang. Sahnya perkawinan dua orang mempelai kedudukan bayi yang baru lahir. Sesuai dengan undang-undang tahun 1642 seorang nasrani dilarang mengawini orang yang bukan nasrani. Akibatnya perkawinan di luar nikah. Upacara-upacara untuk menyongsong kelahiran anak tidak terlalu banyak menelan biaya.

2. Upacara pernikahan

Pernikahan memerlukan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan upacar kelahiran. Kemewahan upacar perkawinan ditentukan oleh kekayaan, tingkat jabaan, serta keberuntungan kedua calon pengantin dan orang tua pengantin. Upacar yang berlangsung semasa VOC dan pemerintahan Hindia Belanda berbed dari waktu ke waktu. Sebelum akad nikah berlangsung calin pengatin laki-laki menggantukan sebuah mahkota kecil di depan pintu rumah atau kantornya. Beberapa minggu sebelum akad nikah kedua calon mempelai mengadakan resepsi yang dihadiri teman-teman dekatnya. Malam sebelum hari perkawinan mahkota dari pihak laki-laki dibawa kerumah mempelai wanita diiringi musik dan lagu-lagu khusus untuk pernikahan. Pada pagi harinya mahkota diletakan di depan pintu rumah pengantin perempuan yang sudah dihias dengan bagus. Pada akhir abad ke 18 upacara tidak diadakan digereja, tetapi mereka mengundang pendeta ke rumah pengantin perempuan. Seusai upacara perkawinan, pengantin perempuan tinggal dirumah saja untuk beberapa hari. Ia keluar rumah menuju ke gereja dan diteruskan menjalankan pekerjaan rumah sehari-hari.

3. Upacara kematian

Upacara kematian diselenggarakan dengan mewah dan menelan biaya sangat besar. Upacara kematian untuk pejabat VOC atau pemerintah Hindia Belanda memerlukan pengerahan banyak tenaga dan pemikiran berbagai pihak. Mulai dari keluarga, rohaniawan pejabat sipil, militer sampai serdadu dan pemikul peti jenazah atau penggali kubur.peti jenazah dihias dengan sangat bagus berupa hiasan ukiran dan tulisan indah berisi puji-pujian dengan hiasan lambang berwarna keperskan. Seperti di Belanda, peti mati dipikulb oleh sahabat dan kenalan tetapi kemudian oleh tukang pikul yang disewa, para pembesar hanya berjalan mendampingi. Suatu keangungan bila pemakaman dilakukan pada saat hari sudah gelap. Iring-iringan pengantar jebazah datang di pekuburan pukul enam sore hari, jumlah lilin dan ob or kadang mencapai 130 buah sehinggga memberi suasan megah, tetapi juga biaya yang besar. Waktu itu harga lilin dan minyak cukup mahal. Setalah berada dirumah duka diadakan makan bersama, pada waktu itu sudah ada sebuah perusahaan yang menyediakan peralatan untuk pemakanaman seperti baju upacara pemakaman berupa mantel panjang dan pendek, koreden, obor dan sebagainya.

Biaya pemakaman memang sangat besar tetapi tetap diadakan demi citra seseorang pejabat yang kaya. Valentijn menyebutkan besarnya biaya pemakaman Speelman tidak kurang dari 10.000rds (ringgit) sedangkan untuk Antonio Van Diemen tidsk kurang dari 5.275 gulden. Diantara batu nisan juga didirikan patung peninggalan masyarakat indis. Gambaran tentang upacara kematian tersebut merupakan gambaran gaya hidup dan kebesaran, serta keagungan yang menjadi ciri dari mata rantai hidup mewah masyarakat Indis yang feodal, mulai dari kelahiran sampai kematiannya.

Seni Bangunan dan Hasil Karya Seni

Di dalam upaya mengupas dan meneliti sesuatu hasil karya seni dari zaman ke zaman, dari berbagai suku bangsa dan tempat, orang terbentur pada berbagai kesulitan dalam menilai keindahannya karena ternyata arti “indah” bagi setiap bangsa dan zaman tidak sama dan selalu berubah-ubah. Dalam seni lukis abad ke- 17 s/d 19, sedikit sekali kemungkinan para pelukis memalsukan objek yang dilukis. Pendapat ini disertakan beberapa alasan.

Pertama, para pelukis naturalis yang hidup pada abad ke-17 s/d 19 adalah pengikut yang terpengaruh oleh gaya periode Renaisans dan Barok. Pada masa itu “naturalisme” dan “akademisme” hidup dengan subur dikalangan seniman lukis Eropa. Dengan demikian didalam lukisan seniman-seniman Belanda pada jaman ini besar sekali kemungkinannya bahwa apa yang dilukis benar-benar ada dan tepat sesuai dengan bangunan serta keadaan pada waktu itu. Pelukis Belanda waktu itu mewujudkan karya lukisannya secara alami, didasarkan dari apa yang mereka lihat tanpa sedikitpun mengerjakan pengaruh pengaruh dari jiwanya.

Pelukis-pelukis Belanda pada jaman itu adalah, Johannes Oliver, Roorda Eysinga, Willebrands, J.Rach dan pelukis terbagus pada abad ke 17 adalah Jacob Janson Coeman kelahian Amsterdam, ia datang ke Indonesia pada 1663.

Pemukiman Pada Masa Indis

Karya tulis Peter J.M. Nas yang membahas tentang kota yang dibedakannya dalam empat macam, yaitu; (1) kota awal Indonesia, (2) kota Indis, (3) kota Kolonial, (4) kota modern. Kota awal Indonesia disebut memiliki struktur yang jelas mencerminkan tatanan kosmologis dengan pola-pola sosial-budaya yang dibedakan dalam dua tipe. Yaitu; (a) kota-kota dalam pedalamam dengan ciri tradisional-religius, dan (b) kota-kota pantai yang berdasarkan pada kegiatan perdagangannya misalnya kota Indis Semarang.

Sejak awal pembentukannya sebagai kota, Batavia dijadikan pusat penguasa kolonial di Indonesia. Budaya Indis yang berkembang subur pada abad ke-18 sampai abad ke19, dan berpusat diwilayah tanah partikelir dan di lingkungan Indische landshuizen. Ada 3 ciri yang harus diperhatikan untuk dapat memahami struktur ruang lingkup sosial kota kolonial, yaitu budaya, teknologi, dan struktur kekuasaan kolonial.

Pengaruh Belanda dan mazhab-mazhab Eropa berhasil memperkuat dan memberi alat untuk menanggulangi kekurangan-kekurangan dalam cara membangun kota atau rumah, dan membantu dalam hal memberikan petunjuk tentang konstruksi bangunan, organisasi, dan metode dalam membangun rumah pada masyarakat Jawa. Ahli-ahli bangunan Jawa tradisional mempunyai organisasi tersendiri. Yang menarik salah satunya adalah tradisi yang bertumpu pada kewajiban sambatan(gotong-royong), yang juga dilakukan pada saat mereka membangun tempat tinggal kepala desanya. Unsur utama kehidupan seni bangunan Jawa adalah adanya keharmonisan dengan alam sekitar.

Sesuai dengan perkembangan ekonomi, pengajaran, dan pendidikan pada abad ke-19, jumlah gedung sekolah semakin banyak. Gedung sekola semula didirikan tidak jauh dari kabupaten, dengan siswa terpilih dari golongan masyarakat berpenghasilan tertentu. Tempat rekreasi umum yang dibangun secara permanen baru muncul abad ke-20.
Maclaine Pont berpendapat bahwa pada awalnya abad ke-20 bangunan kota-kota di pulau Jawa sudah banyak menerima pengaruh seni bangunan Belanda. Permukiman dan tempat tinggal penduduk di kepulauan Hindia Belanda terjadi sesuai dengan golongan dan kebangsaannya. Ada 4 golongan kebangsaan yaitu anak negri atau bangsa pribumi, orang yang disamakan dengan anak negri, orang yang disamakan dengan bangsa eropa (gelijk gesteld).

Upaya Mencukupi Kebutuhan Perumahan Kota.

Berbagai upaya masyarakat pun dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Pada beberapa kota didirikan pengusahaan tanah oleh pemerintah kotapraja (Gemeentellijke Grondbedriif). Keberhasilan mereka mengatasi kesulitan perumahan dan mengatur pendirian rumah baru sangat memudahkan mereka mengatur tata ruang kota. Dari sudut ekonomi, pembangunan rumah dapat juga dimaksudkan untuk mencari untung. Kesulitan yang timbul adalah pada pembentukan dinding dari beton dengan sponning pada tiangnya. Pembahasan tentang permukiman masyarakat eropa, indis, dan pribumi didalam kota-kota di Jawa sangatlah menarik, terutama tentang peran arsitek muda seperti Kaarsten dan Maclaine pont. Mereka berupaya mengetengahkan pentingnya arsitektur tradisional jawa dalam membangun perumahan dan kota.

Penggunaan Unsur Seni Tradisional dalam Rumah Gaya Indis

Upaya untuk mewujudkan penggunaan unsur-unsur seni bangunan tradisional setempat (khususnya Jawa) telah dilontarkan oleh seorang penulis dengan nama samaran Reflector di dalam Indisch Bouwkundig Tijdschrift (Agustus,1907:143). Reflector mengutip dari harian De Locomotif, terbitan 30 juli 1907. Ia menyebutkan, Ch.Meyl bertutur bahwa para arsitek inggris di india berhasil dalam ciptaan-ciptaannya dengan mendapat ilham dan mencontoh arsitektur tradisional pribumi india yang ada di sekeliling mereka yang mereka lihat setiap hari. Dengan memperhatikan tulisan Reflector dalam Indisch Bouwkundig Tijdschrift (1907) ini, tampak kecenderungan adanya kelompok pakar ahli bangunan di Hindia Belanda yang menginginkan penggunaan unsur budaya tradisional Jawa dalam penciptaan seni bangunan.

Ragam Hias Rumah Tinggal
Arsitektur rumah tinggal merupakan suatu bentuk kebudayaan. Arsitektur sendiri dianggap sebagai perpaduan antara karya seni dan pengetahuan tentang bangunan, arsitektur juga membicarakan berbagai aspek tentang keindahan dan konstruksi bangunan.

Gerakan Renaisans, yang lahir pada awal abad ke- 15, menggugah banyak orang untuk meneliti dan mempelajari teori-teori arsitektur dan kebudayaan Yunani-Romawi kuno. Beruntunglah bahwa kemudian Pagio Braccioli menemukan manuskrip asli Vitruvius tersebut di perpustakaan Saint Gall Monestry pada 1414. Temuan manuskrip tersebut kemudian diserahkan kepada temannya Leone Batista Alberti, seorang ahli sastra dan budaya klasik yunanai.

Menurut Marcus Vitruvius Pallio, tiga unsur yang merupakan factor dasar dalam arsitektur yaitu : a. kenyamanan; b. kekuatan atau kekukuhan; c. keindahan. Ketiga factor tersebut saling berhubungan dan selalu hadir dalam struktur bangunan yang serasi. Ketiga factor tersebut merupakan dasar penciptaan arsitektur yang memiliki estetika. Sebuah bangunan selayaknya dapat dinilai dari segi keindahan, kenyamanan, serta keselamatan bagi penghuninya. Seorang arsitek juga menciptakan karya tiga dimensi. Salah satu elemen dalam dunia arsitektur adalah ornament atau ragam hias. Ragam hias berhubungan dengan segi keindahan suatu bangunan.

Berikut ini penjelasan lima indikasi seni bangunan dan seni lukis. Pertama, seni lukis modern adalah karya seni yang meninggalkan naturalism yang terdapat pada seni plastis (pahat patung). Kedua, seni lukis modern bersifat bebas, terbuka, dan berlawanan dengan seni arsitektur. Arsitektur cenderung terikat oleh bentuk kebutuhanalami dan lingkungan sekelilingnya. Ketiga, seni lukis modern penih dengan warna-warna dan bidang yang bertolakbelakang dengan arsitektur yang tidak banyak menggunakan warna-warni seperti karya lukis. Keempat, seni lukis modern meliputi proses penciptaan bentuk plastis pada bidang datar, yang menghasilkan sesuatu yang kontras dengan permukaan bidang datar yang terbatas pada bangunan. Kelima, seni lukis modern memberi bentuk plastis pada bidang datar dengan pertimbangan yang tepat dan imbang.

Bentuk Atap dan Hiasan Kemuncak

Mengenai pembuatan bangunan rumah Jawa tradisional dan hiasannya dari masa awal abad ke-20, terdapat suatu keganjilan apabila dibandingkan dengan bagaimana masyarakat yang tinggal di pulau sekitarnya, yaitu Bali dan Sumatera terutama dalam hal mendirikan rumah. Orang Sumatera membangun rumah dari bahan kayu dan orang Bali membangun rumahnya dari bahan tanah liat yang dijemur atau dengan batu bata. Hal ini menjadi lebih jelas apabila dikaitkan dengan kenyataan bahwa di pulau Jawa terdapat bangunan-bangunan kuno (purbakala) dari batu andesit yang sangat megah, seperti Candi Borobudur, Prambanan dan sebagainya yang juga mempunyai relief yang sangat kaya. Yang menjadi pertanyaan utama ialah bagaimana orang jawa menyelesaikan konstruksi rumahnya dan apa tujuannya? Rouffaer berpendapat, bahwa untuk wilayah Jawa Tengah, kayu jatilah yang terbaik karena material kayu adalah yang terbagus dan banyak terdapat di Jawa Tengah. Di samping itu, kayu sangat cocok dan sangat baik untuk daerah tropis, serta sangat baik untuk mengantisipasi gempa bumi. Bangunan rumah Jawa memiliki bermacam-macam bentuk atap. Nama atau gaya sesuatu bangunan rumah justru ditentukan menurut masing-masing bentuk atapnya, misalnya : rumah bentuk joglo, limasan, tajug, kampung dan sebagainya. Bentuk atap bangunan rumah merupakan penentu nama sesuatu gaya bangunan rumah di Jawa dan Indonesia pada umumnya. Adapun di Eropa (Barat) orang menggunakan bentuk tiang atau kepala tiang sebagai penentu ciri suatu gaya bangunan. Hal ini merupakan kelanjutan pengaruh gaya bangunan Yunani dan Romawi kuno, misalnya gaya Doria, Ionia, Korinthia dan sebagainya.

KESIMPULAN

Dari seluruh uraian dalam buku ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, Kehadiran berbagai bangsa di Kepulauan Nusantara memperkaya kebudayaan Indonesia. Kehadiran bangsa Eropa, khususnya Belanda, yang kemudian menjadi penguasa, menimbulkan kebudayaan campuran yang disebut kebudayaan Indis.

Kebudayaan Indis merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan, yaitu Indonesia dan Eropa. Kebudayaan campuran ini mencakup ketujuh aspek unsure universal budaya bangsa, seperti yang dimiliki oleh semua bangsa di dunia. Dengan demikian, kebudayan Indis adalah kebudayaan yang Prasejarah, kebudayaan Hindu-Buddha, dan kebudayaan Islam di Indonesia. Kebudayaan Indis merupakan produk dari pengaruh kebudayaan Barat, sekaligus bagaian dari kebudayaan modern Indonesia. Kebudayaan Indis di Indonesia berakhir sesudah balatentara Jepang mengalahkan penguasa Hindia Belanda pada 1942. Dengan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan diproklamasikannya Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, kebudayaan Indis telah berakhir di wilayah Republik Indonesia dan tidak dapat berlanjut seperti kedudukannya semula.
Di negri Belanda ternyata kebudayaan Indis tetap hidup. Bahkan pada akhir abad ke-20 ini masyarakat keturunan Indo Belanda masih melestarikan gaya hidup Indis. Pasar malam Tong-Tong di Den Haag dengan berbagai acaranya menggelar berbagai pertunjukan bernapaskan seni Indis. Di berbagai kota di negeri Belanda terdapat Indische restaurant, dengan hidangan Indische rijsttafel yang terdiri atas sate, nasi goreng, sambel goreng, wedang sekoteng dan sebagainya.

Isitilah ”Indis” yang dirasa berkonotasi sebagai hasil kebudayaan yang rendah dari masa penjajahan tidaklah perlu dirisaukan lagi, sebab Indonesia telah merdeka dan memproklamasikan kemerdekaannya. Selain itu, kerisauan itu tidak perlu karena kebudayaan Indis adalah hasil cipta masyarakat keturunan Indonesia dan Barat (Belanda). Jadi kebudayaan Indis adalah kebudayaan Indoesia juga.
Setelah mengamati dan mengikuti perkembangannya kebudayaan Indis, khususnya gaya hidup, karya seni, dan budaya masyarakat pendukungnya, penulis perlu menyampaikan saran-saran untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut pelestariannya. Dua hal yang penulis mohonkan perhatian adalah sebagai berikut.

SARAN

Kami sebagai penyusun merasa belum sempurna dalam menyelesaikan ataupun mereview buku Prof. Dr. Djoko Soekiman, dalam judul Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (1996). Karena itu kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran dari Pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Soekiman,Djoko. 2011. Kebudayaan Indis Dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Jakarta: Komunitas Bambu.

http://id.shvoong.com/humanities/history/2076511-teori-tentang-masuk-berkembangnya-kebudayaan/

http://id.shvoong.com/humanities/history/2076511-teori-tentang-masuk-berkembangnya-kebudayaan/#ixzz1ZmjR0BpR

http://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2008/11/11/teori-kebudayaan-dan-ilmu-pengetahuan budaya/

http://konsultasikehidupan.wordpress.com/2009/05/03/teori-pertukaran-sosial-social-exchange-theory/


Nama kelompok :

Sari Gracelia 14509897

Ratna Sari Fauzia 10509841

Nuarindah 10509668

Siti Allia Nurul Klarina 11509247

Jumat, 08 April 2011

KERJA DAN WAKTU LUANG

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

MERUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Penurunan nilai kerja

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Fungsi psikologis pada pekerjaan

Proses pemilihan Kejuruan

Tahap identitas kejuruan

Perbedaan jenis kelamin

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Memilih Pekerjaan yang sesuai

Karakteristik pribadi

Karakteristik pekerjaan

Perangkap dalam membuat keputusan

Penyesuaian pekerjaan

Kepuasan dalam bekerja

Wanita dan pekerjaan

Perubahan penawaran dan permintaan

Mengganti pekerjaan

Waktu Luang

Meningkatkan waktu luang

Menggunakan waktu luang secara positif

KERJA DAN WAKTU LUANG

Kebanyakan dari kita menghabiskan 40th hidup kita untuk bekerja. Tapi bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan kita. Bagaimana pekerjaan mempengaruhi kita?

Setelah mengajuka penawaran tersebut kepada orang-orang di seluruh negeri. Studs Terket menyimpulkan bahwa “suatu yang kita sebut biasa iu mempengaruhi nilai pribadi seseorang-atau lebih sering kekurang dalam pekerjaan yang mereka lakukan baik atau buruk, itu tampak seperti pekerjaan bagian pusat dari kehidupan kita dan membantu kita memutuskan apa perasaan kita sendiri.

Bab ini memeriksa beberapa perubahaan sikap terhadap pekerjaan. Proses dalam memilih sebuah pekerjaan dan yang terpenting dalam menemukan pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakat. Kepuasan kerja menuntut perempuan untuk bekerja dan pengaruh dari pekerjaan itu sendiri sama pentingnya dengan waktu luang.

MENGUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Bagi Para pengemuka agama terdahulu, bekerja tidak hanya penting untuk bertahan hidup tapi juga sebuah kebijakan tersendiri untuk melanjutkan pembentukan sikap kita. Etika bekerja orang Amerika ini juga tertanam sangat dalam pada nilai kebudayaan yang kita ambil sebagai jaminan. Kebanyakan dari tema pokok pada etika pekerjaan adalah seperti yang digambarkan yang lebih awal dikenal oleh Daniel Yankelovich. Satu-satunya gagasan yang menjadikan seorang “Penyedia yang baik” adalah karakteristik yang paling penting sebagai “pria sejati”. Tema lain yaitu hidup “ berdiri dengan kedua kaki kita sendiri”. Bekerja mendatangkan uang, kebebasan dan kecemasan. Tema yang lain adalah kerja keras menuntun kepada keberhasilan dengan imbalam memiliki rumah kita sendiri. Membangun sebuah keluarga dan menikmati setiap hal yang indah di hidup kita. Ada juga tema tentang kehormatan diri sendiri. Kita masih merasakan penilaian pribadi kita terhubung dengan apa yang kita capai di dunia pekerjaan. Untuk bekerja pada sesuatu dan melakukannya dengan baik membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri.

Pada waktu yang bersamaan sikap orang terhadap pekerjaan berubah. Masyarakan setuap hari berharap banyak dari pekerjaan mereka daripada menjalani hidup yang sederhana. Pada kasus hirarki kebutuhan Abraham Maslow, bekerja adalah kebutuhan dasar manusia. Seperti pekerjaan yang aman. Gaji yang memuaskan dan keamanan da;am bekerja. Mereka menjadi lebih sadar akah kebutuhan yang lebih tinggi sebagai resiko. Kita memberih perhatian lebih kepada kepuasaan psikologis dalam pekerjaan, khususnya pekerjaan yang menarik dan terpenuhi.

Penurunan nilai pada pekerjaan

Sebuah kesalahan menyimpulkan bahwa etika pekerjaan jaman dulu sudah benar2 mati. Seperti yang terlihat pada survey psikologi hari ini terhadap sikap bekerja. Penemuan dalam pembelajaran yang penting khusunya mayoritas responden muda ( 2/3 dibawah 34th) dan mahasiswa dan setengahnya adalah wanita. Hasil menunjukan bahwa lebih dari ½ dari mereka merasa bahwa kerja keras membuat anda menjadi orang yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari mereka menyatakan bahwa orang yang mampu bekerja tapi memilih untuk tidak menyerap di masyarakat.

Pada waktu bersamaan, perbandingan awal dengan akhir survey menunjukan perubahan yang sifnifikan pada sikap orang terhadap pekerjaan. Satu perubahan yang paling penting sudah terjadi pada sejumlah mahasiswa yang percaya “kerja keras pasti akan terbayar”.

Pada pertengahan 1960-an, Yankelovich menemukan bahwa 72 persen mahasiswa setuju dengan pendapat ini. Tapi pada awal 1970-an, angka tersebut turun setengah. Hanya dengan 40% setuju dengan pernyataan tersebut. Sadar bahwa mahasiswa tidak selalu mencerminkan pendapat dari masyarakat secara umum. Yankelovich juga menghubungkan survey dengan penemuannya yang menunjukan perubahan kearah yang sama, tapi dengan sedikit perubahan yang drastic. Sedangkan pada akhir 1960-1970-an hanya 43 persen minoritas yang merasa seperti itu (Yankelovich,1981).

Suatu respon menunjukan perubahan yang signifikan pada sikap orang Amerika terhadap pekerjaan. Beberapa orang udah mengalami dis-ilusi dengan kerja dan kesempatan mereke berbagi hadiah. Baik mayoritas orang-orang. Khususnya orang-orang yang berpendidikan di muka umum dan anak muda tertentu. Mereka masih percaya bisa meraih kesuksesaan jika mereka bekerja keras seperti peraturan dahulu. Walaupun mereka lebih memilih bertanya dibanding peraturan lama yang membosankan. Bahkan lebih signifkan. Walaupun, perubahan yang diinginkan oleh orang-orang pada pekerjaan mereka. Sepertinya banyak pekerja baik muda dan tua sekarang mencari kepuasan psikologi pada pekerjaan mereka (Yankelovich,1981)

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Kalian mungki berkata bahwa apa yang orang cari pada pekerjaan itu semuanya tergantung pada kemauan orang itu sendiri dan ada beberapa fakta mengenai ini. Tapi Daniel Yankelovich menemukan sebuah consensus yang berharga dari jawaban atas pertanyaan yang menyilang terhadap para pekerja termasuk kerah-bur dan kerah-putih dan para professional. Dua frekuensi tertinggi memberikan respon “ kerja itu menarik” dan memiliki “ rekan kerja yang ramah tamah” dengan masing-masing responden memberikan 70% pendapat dari pada pekerja. Diikuti dengan 2 tambahan jawaban dalam melakukan pekerjaan yang berarti disebut sebagai “kesempatan untuk menggunakan pikiran anda” dan “ hasil kerja yang anda bisa lihat”- memberikan 65-62% dari masing-masing pendapat para pekerja. Sementara upah yang bagus berada di urutan ke-5 dari peringkat “ yang diberikan oleh 62% pekerja). Pekerja berkerah-biru member banyak tekanan pada uang. Dan para professional member sedikit tekanan pada uang, dengan pekerja berkerah-putih berada diantara keduanya.

Hasil yang serupa ditemukan pada survey mahasiswa baru, pada kelas 8 ketika ditanya tingkat apa yang paling penting dalam kepuasan bekerja, 5 kriteria teratas secaran menurun menajadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan. Menggunakan keahlian dan kemampuan. Berpeluang bagus dalam periklanan, masa depan yang terjamin, dan hasil yang nyata. Upah yang baik menempati urutan ke-8. Oenyda yang tidak kuliah memberikan respon yang serupa kecual mereka lebih memntingkan upah yang baik menempati posisi 8 (Bachman,Johnson,1979)

Responden pada survey psikologi hari ini termasuk kebanyakan dewasa alwal dan pekerja berpendidikan membuat perbedaan yang tajam antara apa yang merka suka tentang pekerjaan mereka dan apa pemikiran yang paling penting mengenai pekerjaan secara umum . seperti yang di ditunjukkan pada table 9.1. Aspek yang paling memuaskan dalam bekerja seperti keramah tamahan sesame rekan kerja. Kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pekerjaan, dan kehormatan yang diterima oleh rekan sepekerjaan. Di lain pihak, aspek yang paling penting dalam melakukan pekerjaan adalah berkaitan dengan pertumbuhan pribadi atau aktualisasi diri. Termasuk kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat diri sendiri senang melakukannya. Sesuatu yang berharga dan mempelajari hal yang baru.Aktualisasi ini lebih pentung daripada uang. Ketika responden tertekan pada kabar apapun mereka akan menerima pekerjaan berupah lebih tinggi yang mana kurang menarik. Hampir 2/3 responden mengatakan tidak relah. Dilain pihak, hamper setengah (46%) dari responden tidak akan menerima pekerjaan yang lebih menarik jika upahnya kurang dari pekerjaan yang mereka miliki saat ini. Bagaimanapun, hamper kebanyakan responden (41%) ihlas untuk melakukan pertikaran, mereka yang setidaknya ikhlas untuk memtong upahnya adalah wanita yang sudah bercerai (55%), pria yang sudah menikah (49%), Janda (47%) dan perempuan yang hidup dengan seseorang (47%) (Renvick, Lawler,1976)

FUNGSI PSIKOLOGIS PADA PEKERJAAN

Meskipun apa kata orang tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin jelas sekarang bahwa setiap orang bekerja keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting.Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketiak perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas. Contohnya, seorang individu yang pekerjaanya terarah mungkin meninggalkan meja untuk bekerja menjual barang atau konstruksi. Bahkan orang yang sudah mendapatkan banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu dan energy yang di habiskan oleh pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan akan penghargaan dan penguasaan (Morgan,1972)

IDENTITAS PRIBADI

Orang denderung mengidentifikasi dengan apa yang mereka lakukan. Bagaimana sering kalian mendengar seseorang memperkenalakan dirinya dengan berkata “saya bekerja untuk IBM” atau “ saya seorang suster”. Studs Tarket (1972) menemukan bahwa pekerjaan mereka membosankan,pekerjaan mekanis yang sering membuat mereka merasa menjadi “mekanik”, atau “robot”. Dilain pu=ihak, mereka tertarik pada tantangan dan pemenuhan pekerjaan pada seni atau profesi yang menunjukan tujuan hidup merekea,biasanya sebagai hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan.

MENCEGAH KEBOSANAN

Walaupun banyak dari kita enggan untuk mengakuinya,kita bekerja untuk menghindari bosan. Jika anda mencemooh hal ini,tinggal berbicara dengan seseorang yang sudah tidak bekerja sejak lama karena pengangguran,sakit atau pension. Bahkan orang yang dipaksa untuk pension lebih awal seperti polisi dan anggota militer sering mengambil pekerjaan lain untuk menghilangkan kebosanan.

MELAYANI YANG LAIN

Sementara membantu orang lain menempati prioritas yang lebih rendah daripada pencapaian pribadi untuk roang kebanyakan lebih dari 1/3 dari responden pada sebuah survey nasional terdaftar “bekerja sangat berguna secara social” sebagau salah satu yang mereka cari pada pekerjaan (Yankelovich,1974b).Kebanyakan orang yang sukarela bekerja di rumash sakit atau penjara atau departemen, kebanyakan karena prasa pemenuhan yang mereka dapat dari menolong yang lain.

STATUS DAN PERSETUJUAN

Kedudukan adalah penentu utama dari status social seseorang dengan keluarga biasanya mengambil status dari pekerjaan kepala rumah tangga sementara itu akan menjadi kesalahan jiaka mengambil peerjaan bergengsi yang secara pribadi tidak memuaskan. Pekerjaan berstatus tinggi dan pemenuhan pribadi sering berdampingan. Pada suatu survey, sekitar ¾ dari professional tidak akan sungkan untuk memilih pekerjaan mereka yang sama lagi dibadningankan dengan beberapa daripada 2/3 pekerja berkerah-biru (Yankelovich,1974b)

PROSES PEMILIHAN JURUSAN

Kita tidak memilih jurusan begitu saja, Eli Ginzberg (1972) mengatakan bahwa proses kejuruan sebenarnya bermulau pada masa kanak-kanak dan berujung pada remaja akhir atau remaja dan terdapat 3 tahap.

Seiring waktu kita menginjak SMA dan kuliah. Kita dibawah tekanan yang sangat besar untuk menentukan komitmen jurusan.sekolah membutuhkan pilihan kurikulum untuk pelajar atau program belajar sebaik kursus khusus dalam sebuah bidang yang dipilih. Orang tua dan teman ingin mengetahui “Apa yang anda akan lakukan?”. Tapi banyak tekanan berasal dari sana.

TAHAP IDENTITAS KEJURUAN

Orang sering kesulitan memilih sebuah jurusan karena melibatkan lebih dari sekedar pemilihan pekerjaan apa yang akan dilakukan atau identitas jurusan setiap tahap perkembangan jurusan adalah sebuah cara untuk mendasari dan menegaskan diri anda dalam dunia kerja. Walaupun remaja adalah waktu yang kritis dalam mendapatkan identitas kejuruan. Prosesnya berlangsung seumur hidup dan termasuk 5 tugas perkembangan atau yang di sebut Tahap.

  • kristalisasi, mendapatkan gagasan mengenai satu kehidupan pekerjaan sebagai dasar dari rencana pendidikan
  • pesifikasi, mencari latihan yang berguna untuk 1 pilihan jurusan, apakah di universitas atau magang.
  • pelaksanaan, mencari kesempatan yang cocok atau pekerjaan yang mana menggunakan sebuah latihan.
  • stabilitas, menyesuaikan pilihan karir termasuk latihan lebih lanjutdan spesialisasi pada sebuah bidang.
  • konsolidasi, memperoleh keahliang,pengalaman dan status dalam sebuah pilihan karir.

Super (1974) sudah mengusulan konsep dari “Kejuruan dewasa” sebagai sebuah cara menentukan seberapa baik inidividu dalam kemajuan terhadap identitas kejuruan mereka. Pendewasaan jurusan mencerminkan kemampuan untuk merencanakan dan menelusuri kemungkinan kejuruan, untuk mendapat informasi yang relevan mengenai itu sendiri dan pilihan Giat karir, dan mewujudkan komitmen kejuruan. Satu pelajarang jangka penjang menggunakan teori Super menemukan bahwa lebih dari ¾ dari laki-laki sudah menyeimbangkan identitas jurusan mereka pada umur 25th.

Ini penting unutk menentukan pada umur berapa orang mencapai tingkan perkembangan secara baik. Seorang veteran yang lebih tua atau pengrajin rumahan. Contohnya, kedewasaan dan arah tujuan. Terlebih lagi dengan meningkatnya frekuensi pekerjaan dan perubahan karakteristik karir dari social hari ini.banyak orang melewati 2 atau 3 putaran dari tahap Super dan pembentukan ulang jurusan mereka identik untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan pribadi mereka dan cita-cita dalam hidupnya.

PERBEDAAN JENIS KELAMIN

Walaupun jenis klamin adalah factor yang paling menentukan pada pemilihan jurusan. Itu masih ada karena pengaruhsocial dan psikologis. Terutama perbedaan peran masing2 jenis kelamin. Secara tradisiona,pilihan karir dari 2 seksi sudah mempertinggi perbedaan jenis kelamin. Dengan laki-laki tidak hanya berdasarkan pemilihan jurusan yang lebih luas.tapi juga lebih seperti memilih pekerjaan berstatus tinggi daripada wanita (Hoult&Smith,1978).

Untungnya, situasi ini dengan segera berubah. Lebih dari 9/10 dari wanita bekerja diluar rumah dan pada maksud yang sama pada kehidupan mereka,dengan lebih dari ½ dari mereka bekerja kapanpun di butuhkan (U.S Bureau of the census,1981). Kebanyakan wanita bekerja sebelum menikah. Menunda pernikahan lebih lama, dan mengabungkan karir dengan pernikahan dan tanggung jawan keluarga. Juga, sejumlah wanita memilih kuliah dan lulus atau sekolah professional yang sudah meningkat lebih cepat daripada sejumlah pria. Terlebih lagi, sejumlah wanita secara tradisional memasuki bidang yang dikuasai laki-laku seperti Hukum,obat-obatan,bisnis dan insinyur 2 kali lebih banyak daripada pertengahan abad 60 dan abad 70 (Amaerika Council on Education,1975). Juga, secara tradisional lebih banyak pria bekerja pada bidang yang dikuasai wanita. Contohnya,guru sekolah dasar, perawat, dan operator telefon.

Tidak mengagetkan, seorang yang berpendidikan kuliah cenderung meningkatkan aspirasi karir diantara wanita. Satu pelajaran jangka panjang menunjukan bahwa orientasi karir diantara perempuan meningkat secara cepat dari mahasiswa baru menjadi senior dan melampau kuliah. Saat memasuki kuliah,18% dari wanita memikirkan karir dan 33% sudah pasti tidak berkarir. Setelah lulus,keseluruhan perbahan orientasi bahkan menghaslkan persentasi sebesar 40% orang berkarir dan presentase yang lebih besar dari lulusan pemikiran berkarir dengan 48% orang berkarir,30% terutama mengarah ke cita-cita keluarga dan hanya bekerja bias am dan 22% mengambil komitmen bekerja tanpa tujuan karir ( Angrist,1972).

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Sampai sekarang, manfaat melajutkan kuliah sudah besar dirasakan. Kuliah seharusnya membuat kalian lebih baik diberitahukan dan menyediakan akses ke status yang lebih tinggi,upah pekerjaan yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari populasi masih percaya bahwa seorang yang berpendidikan kuliah itu penting dalam kehidupan (Deaman&plisko,1979). Lebih bakyak lagi orang berfikir dua kali sebelum menghadiri kuliah. Satu alas an untuk ini adalah meningkatnya biaya pendidikan kuliah. Alas an yang lain adalah sulitnya banyak lulusan kuliah mendapat pekerjaan,terutama pekerjaan yang sesuai untuk latihan tingkatan kuliah. Alas an yang lain yang harus dilakukan dengan melunasi pendidikan kuliah. Walaupun lulusan kuliah melanjutkan ke pendapatan yang tinggi seumur hidup daripada lulusan SMA, celanya semakin sedikit. Sedangkan 25-34th lulusan kuliah mendapatkan 40% lebih daripada lulusan SMA pada tahun 1970, mereka mendapatkan hanyak 24% lebih pada tahun 1977 (U.S. Beureu of the consensus,1980)

Semua ini telah mempengaruhi keputusan anak remaja mengenai apa ingin melanjutkan kuliah, kuliah jenis apa, dan alasan mereka untuk hadir. Hari ini banyak anak muda menunda untuk masuk ke perguruan tinggi, entah itu karena hasrat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih sebelum melanjutkan pendidikan dan komtimen jurusan atau kebutuhan untuk mendapatkan uang. Hampir setengah setengah remaja kuliah terikat sekarang menunggu atau setahaun lebih sebelum mendaftar di perguruan tunggi. Proporsi yang tinggi dari pelajar yang menghadiri perguruan tinggu umum berlipat dalam akhir decade 1977 (Dearman,Plisko,1979). Ada juga peningkatan orientasi karir antara pelajar umur 17 atau 18tahun.sementara banyak pelajar pada 2-4tahun kuliah memilih untuk mengejar pengetahuan budaya atau gelar ilmuan, ada tekanan yang besar dalam menjaga fleksibilitas, dengan lebih banyak pelajar mengambil 2 jurusan.seperti bisnis dan ilmuan computer atau pelajar dan psikologi. Ada juga sedikit keraguan pada penggantian jurusan. Dengan realisasi karir yang cocok itu lebih penting daripada kenyamanan mengejar rencana asli mereka. Kemudian juga, ada banyak kecendrungan untuk keluar dari kuliah. Dengan hamper 70% dari pelajar pada 2 tahun komunitas kuliah di keluarkan bersama-sama atau yang lain. Walaupun banyak yang mendaftar ulang pada tanggal selanjutnya (Golladay & Noel, 1978). Sementara siswa yang lebih tua mungkin merasakan gelisah untuk kembali kesekolah, kebanyakan dari mereka langsung menemukan kedewasaan mereka dan merasakan arah pada pengalaman kuliah mereka bahkan lebih berarti dan memuaskan.

Ini tidak biasanya untuk orang2 memilih sebuah jurusan setelah kuliah untuk sejumlah alasan. Pada survei Psikologi Hari Ini,hamper 40% dari responden melaporkan bahwa mereka mendapatkan pekerjaan dengan kesempatan tanpa banyak pertimbangan. 16% lainnya mengatakan bahwa mereka sudah menyelesaikan pekerjaan sekarang mereka karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Hanya 23% dari responden yang bekerja pada pilihan pekerjaan mereka (Renwick &Lawler,1978). Survey lainnya menemukan bahwa 2/3 dari laki-laki dan setengah dari perempuan sudah memutuskan untuk mencari pekerjaan setelah meninggalkan kuliah. Ketika ditanya apakah pendidikan yang mereka dapat memberikan mereka keahlian yang di butuhkan untuk pekerjaan mereka saat ini, 38% membalas bahwa sudah “sangat berguna” sementara 50% lainnya mengatakan bahwa itu sudah “agak berguna”. Hanya 12% merasakan bahwa kuliah tidak memberikan manfaat sama sekali. Ketika ditanya program mana yang mereka akan sarankan untuk persiapan bekerja di banyak bidang, mereka mereka lebih menyukai kursus bagaimana cara untuk berkomunikasi dan bisa bersapa dengan orang-orang sebaik

Menangani angka-angka dan praktek bisnis umum ( The New York Times,Nov,7,1976)

MEMILIH SEBUAH PEKERJAAN YANG COCOK

Banyak orang bekerja dengan pekerjaan yang mereka tidak sukai atau tidak bisa diatasi, hasilnya besar ketidak mampuan penyesuaian diri dan jutaan dolar terbuang sia-sia. Sebagai hasilnya, penitng meningkatkan pilihan sebuah pekerjaan yang cocok dengan ketertarikan dan kemampuan. Tapi ini adalah sesuatu yang anda dan saya harus lakukan untuk diri sendiri.

Karakteristik Pribadi

Sebuah awal yang bagus adalah memilih ketertarikan apa yang kamu punya pada diri sendiri dan kemampuan. Kalian adalah sebuah gabungan unik dari sifat pribadi,ketertarikan,keahlian dan harga. Semakin baik yang kalian dapat ketahui mengenai diri kalian sendiri maka lebih bijaksanadalam mengambil keputusan.

Apa yang paling membuat anda tertarik.data atau sesuatu?pelajaran apa yang paling anda sukai di sekolah? Kegiatan Ekstrakurikuler apa yang anda sukai? Bagaimana dengan kerja paruh waktu? Coba temukan mengenai apa pekerjaan tersebut yang membuat mereka tertarik kepada anda. Apakah itu kegiatanya sendiri? Atau orang-orang didalamnya?

Bagaimana dengan kemampuan anda? Apa pekerjaan terbaik yang anda bisa lakukan?yang paling anda kuasai?tidak peduli berapa banyak kemampuan yang anda miliki. Penting untuk menyadari bahwa masing-masing dari kita berkualitas untuk banyak kedudukan yang berbeda.tidak hanya satu. Seperti olahraga athletic termasuk terbatas untuk sejumlah orang yang memiliki otot dan keahlian. Jadi kebanyakan pekerjaan memerlukan hanya beberapa keahlian spesifik atau karakteristik. Rahasianya terletak pada menemukan jenis pekerjaan yang memerlukan kekuatan tertentu yang anda miliki.

Untuk memperluas kedua ketertarikan dan bakat kalian akan berubah dengan pengalaman dan waktu. Penelitian sudah menunjukkan kategori ketertarikan yang luas, seperti pada bidang obat-obatan.teknik atau bisnis, tetap stabil dari para remaja.(Campbell,1971). Jika kalian menyukai sesuatu pada saat anda belasan dan awal 20, kesempatan yang sama akan kalian sukai pada tahun-tahun selanjutnya.

Mungkin kalian pernah mendengar seseorang mengambil sebuah tes psikologi untuk membantu pemilihan karir. Sebenarnya , kebanyakan dari persediaan ketertarikan anda daripada sebuah test biasa. Saat ini, satu dari kebanyakan menggunakan instrument tes adalah Strong-Campbell Interest Inventory (SCII) yang mana menggabungkan banyak item dari versi awalnya Strong Inventory for males and females dengan menghilangkan item yang berdasarkan jenis kelamin.hasilnya, yang mana biasanya dibagi secara terbuka dengan individu, menunjukan bagaimana ketertarikan seorang individu dibandingkan dengan orang-orang lain yang memiliki kedudukan yang berbeda.

Apakah tes ketertarikan tersebut membantu anda membuat keputusan yang tepat pada pemilihan kerja? Semua tergantung dari bagaimana kita menggunakanya. Jika kalian mengandalkan hasil tersebut sebagai sebuah pengganti untuk membuat keputusan pribadi,maka jawabanya akan negative. Tapi jika kalian menggunakan hasil tersebut sebagai sebuah sumber untuk mengklarifikasi ketertarikan kalian dalam rangka untuk membuat sebuah keputusan,maka jawabanya pasti positif. Seperti halnya instrument yang menunjukan reliabilitas yang besar dalam memprediksi apa seorang individu akan bersikeras atay keluar dari bidang pekerjaan tersebut. Mereka tidak bisa memprediksi kesuksesan pada bidang yang diberikan karena kebanyak factor subjektif terlibat didalamnya. Tapi sudah itemukan bahwa apa yang membuat berhasil biasanya mendemonstrasikan lebih tinggin daripada rata-rata skor ketertarikan,sementara siapa yang akan keluar nanti biasanya lebih rendah daripada rata-rata skor(Shertzer,1981)

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

Sekali anda memulai menjelajahi ketertarikan anda sendiri,kemampuan,dan nilai, kalian siap untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan karakteristik pribadi anda. Dengan lebih dari 20.000 pekerjaan yang berbeda untuk dipilih,ini bukanlah tugas mudah. Untungnyam ada sumber buku untuk membati pencarian tersebut. Seperti yang banyak digunakan Dictionary of Occupational (DOT) dan Occupational Outlook Hand-book. Kedua buku direvisi secara teratur oleh pemerintah percetakan. Sebagai tambahan, berbagai macam pekerjaan sudah teratur pada dasar keluarga atau kelompok dari pekerjaan yang terkait. Masing-masing kelompok menunjukan tokoh 9-1 berisi ratusan pekerjaan yang terdekat. Contohnya, bidang kesehatan termasuk sejumlah besar pekerja kesehatan-dokter,perawat,apoteker, dokter gigi,kebersihan gigi,hanya untuk beberapa nama. Ini sering membantu memilih 2 dari 3 pekerjaan kelompok yang kalian paling tertarikm dan mulai menelusuri beberapa pekerjaan spesifik pada kelompoknya.

Sebuah perangkat yang membantu untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok untuk kamu adalah John Holland’s Self Directied Search For Vocational Planning. Yang mana dapat dikelola sendiri. Ini berdasarkan dari kenyataan bahwa manusia di bidang pekerjaan yang samasering memiliki sifat yang mirip,ketertarikan dan kebiasaan dalam melakukan sesuatu. Holland (1973) menggambarkan 6 dari jenis kepribadian bersama dengan lingkungan kerja mereka yang baik. Setelah mencocokan sejumlah kegiatan,ketertarikan dan perkiraan kemampuan anda sendiri, kalian menjumblahkan item untuk menemukan 3 jenis kepribadian yang paling menyerupai.kemudian pada pekerjaan yang terpisah penemu buklet, kalian mencocokan berbagai jenis kepribadian digabungkan dengan beberapa pekerjaan yang cocok. O’connel dan Sedlacek (1972) sudah menemukan Self-Directed search lebih handal dan sedikit membantu untuk perencanaan ketertarikan jurusan.

PERANGKAP DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN

Ini penting untuk menyadai bahwa memilih sebuah pekerjaan tidaklah keputusan sepihak, tapi melibatkan serangkaian keputusan bertahun-tahun. Pada prosesnya, ada perangkap tertentu yang seharusnya anda lawan.

Pertama adalah bahaya keputusan premature. Contohnya, kalian mungkin menjawab dengan malu, “saya tidak tau” pada sejumlah pertanyaan yang menanyakan, “jenis pekerjaan apa yang ingin anda lakukan?” ada tekanan yang besar untuk menjawab pertanyaan seperti, “saya pikir saya ingin menjadi insinyur,” karena ketertarikan yang lebih awal dalam bidang ini.setelah belajar lebih mengenai apa yang diperlukan pada bidang ini, kalian mungkin merasa sedikit antusias dengan pilihan ini, tapi memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang seharusnya,kebanyakan untuk menyelamatkan muka.

Perangkap yang lain adalah Pilihan yang kebetulan, seperti memilih jurusan utama pada saat SMA atau kuliah dengan sedikit meemikiran konsekuensinya, atau sisa pada pekerjaan karena pekerjaan pertama anda.memilih sebuah pekerjaan secara luas karena perangkap dari luar, seperti uang atau gengsi adalah perangkap yang lain.

Satu dari kesalah terbesar, berdasarkan penasihat jurusan adalah “menunggu sesuatu terjadi”, malah, kalian harus mengambil inisiatif dan ikut aktif pada proses pencarian pekerjaan yang cocok.

Seperti telah disebutkan literatur pendidikan dan profesional. Mereka biasanya tersedia di perpustakaan atau konseling sekolah. Selain itu, beberapa perguruan tinggi sekarang menawarkan kursus dan lokakarya pembinaan karir, yang dirancang khusus bagi mereka yang ragu-ragu. Paruh-waktu pekerjaan dan program kerja-studi juga menawarkan kesempatan berharga untuk menemukan apa jenis pekerjaan yang Anda suka atau tidak suka.

Perangkap potensial lainnya adalah kegagalan untuk menyadari bahwa pilihan pekerjaan awal mereka dapat dimodifikasi atau diubah dengan pengalaman. Dalam studi longitudinal terkenal laki-laki. Daniel Levinson dan rekan-rekannya (1978) menemukan bahwa proses pembuatan lengan pilihan karir yang lebih panjang dan lebih keras daripada biasanya menggambarkan. Pria yang membuat komitmen publik yang kuat di usia dua puluhan, tanpa evaluasi yang cukup dari diri mereka sendiri atau menjelajahi pekerjaan alternatif sering menyesal kemudian. Di sisi lain, mereka yang menunda membuat komitmen profesional dan umumnya menyangkal tiga puluh neccecarry pengalamannya untuk membuat hak. Levinson menyimpulkan bahwa “salah satu paradoks besar pembangunan manusia adalah bahwa kita terpaksa membuat keputusan penting sebelum kita memiliki pengetahuan, percobaan diri dan memilih dengan bijak. Namun, jika kita berurusan dengan pilihan ini sampai kita benar-benar siap, keterlambatan dapat mengakibatkan lain, biaya lebih tinggi ” Levinson (1978, p.102). Semua ini menunjukkan bahwa perlu untuk memilih suatu pekerjaan tapi tetap pilihan ini terbuka untuk revisi didasarkan pada pertumbuhan dan pengalaman berikutnya.

  • Penyesuaian Pekerjaan

Apakah anda tahu bahwa anda meningkatkan kesempatan hidup anda lebih lama ketika anda sedang bahagia dalam pekerjaan anda sesuai dengan studi jangka panjang, kepuasaan kerja dan kebahagiaan pribadi diharapkan umur panjang lebih baik dari sebuah evaluasi medis atau genetic. Disisi lain, ketidakpuasan di tempat kerja tidak hanya memperpendek umur anda tapi juga membuat anda lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit stress, seperti hipertensi. Diantara faktor yang berhubungan dengan pekerjaan yang meningkatkan resiko penyakit atau kematian yang lebih tinggi dan berlebihan secara terus menerus. Kurangnya penghargaan dan dukungan, kondisi kerja yang buruk, serta bekerja dipekerjaan yang berulang-ulang membosankan.

  • Kepuasan Pada Pekerjaan

Ada banyak cara untuk memberitahu betapa bahagia orang-orang di tempat kerja mereka. Anda dapat mengamati erithusiasm mereka dan minat kerja, produktivitas, dan kualitas pekerjaan mereka atau Anda dapat mengukur ketidakpuasan mereka dengan catatan absentsceism mereka atau frekuensi perubahan pekerjaan. tapi ukuran yang paling langsung dan sering digunakan hanya untuk meminta orang seberapa baik mereka melakukan pekerjaan mereka.

Dilihat dari jajak pendapat tentang hal ini, mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka. Meskipun persentase yang tepat bervariasi menurut penelitian ini. Sebuah studi yang didanai oleh Pemerintah, sampel yang representatif pekerja AS pada akhir tahun tujuh puluhan menemukan bahwa 88 persen dari mereka adalah baik “agak” atau “sangat” puas mendorong pekerjaan mereka. Sedikit penurunan dari pertengahan tahun tujuh puluhan (di New York,Dec.17.1981). Hasil yang sebanding dapat dilihat dalam survei Yankelovich (1974) menunjukkan bahwa 80 persen rata-rata dari semua pekerja yang “agak” atau “sangat” puas dengan pekerjaan mereka. Kepuasan kerja lebih tinggi di antara eksekutif dan profesionalisme dan terendah di antara pekerja non-manual.

persentase kecil pekerja merasa puas dengan pekerjaan mereka menurut survei psikologi hari ini disebutkan sebelumnya (Renwick & Lawler, 1978). Hanya dua-pertiga dari semua pekerja umumnya puas dengan pekerjaan mereka. Sekitar seperlima responden sangat puas dengan pekerjaan mereka. Dengan lima lain tidak harus puas dengan pekerjaan mereka. Manajer, eksekutif, dan profesional lebih puas. Kurang sering depresi tentang pekerjaan mereka, dan kurang cenderung merasa terjebak dalam pekerjaan mereka daripada tidak terampil. Semiskilled, dan pekerja administrasi adalah para pekerja yang paling tidak puas dan masih muda (dibawah 24). Kulit hitam, dan mereka yang berpenghasilan rendah. Temuan terakhir adalah relevan karena peningkatan tingkat pendidikan pekerja muda, ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai, peningkatan ketidakpuasan pekerja berpendidikan orang-orang yang terpaksa mengambil kurang menantang, posisi yang lebih rendah yang membayar tidak hanya mengungkapkan tingginya tingkat ketidakpuasan kerja tetapi juga mengubah pekerjaan lebih sering.

Seperti yang mungkin Anda harapkan, pekerja dalam survei peringkat gaji psikologi dan kurangnya kemajuan sebagai penyebab utama ketidakpuasan kerja. Tetapi mereka juga tidak senang dengan cara kinerja mereka dievaluasi dan reward dan pujian jalan bersama. Keluhan sering berpusat di jalan atau otoriter secrecive beberapa organisasi pergi tentang persetujuan anggaran dan promosi. Hampir setengah berpikir bahwa para pekerja lebih maju dalam organisasi lebih tergantung pada “siapa yang Anda tahu” daripada “seberapa baik Anda lakukan” (Renwick & Lawler.1978)

Kepuasan pada pekerjaan sering dapat ditingkatkan dengan inovasi dalam kondisi kerja. motor Umum, misalnya, telah bereksperimen dengan pendekatan baru dalam beberapa daya terganggu oleh moral yang buruk dan produktivitas yang rendah. Dalam tanaman ini eksperimental, aturan perakitan-baris yang lama telah digantikan oleh pendekatan baru yang memberikan pekerja suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka, membuat pekerjaan mereka lebih menantang dan menarik, dan memperlakukan mereka dengan martabat (Yankelovich, 1981).

Di antara inovasi dicoba pada pengaturan pekerjaan lain yang dapat digunakan lebih luas dari jam kerja yang fleksibel, minggu kerja yang lebih pendek, bagi hasil, rencana opsi saham, pembagian kerja, pembagian kerja, dan penggunaan yang lebih besar dari pekerjaan paruh waktu. Jauh dari memproduksi anarki, perubahan ini cenderung untuk meningkatkan semangat dan produktivitas. jam kerja yang lebih fleksibel juga meningkatkan kepuasan kerja dengan mengurangi konflik antara tuntutan pekerjaan, kebutuhan keluarga, nilai dari waktu luang dan kebutuhan pendidikan (Stetson, 1981).

  • perempuan dan bekerja

Kami telah menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi proporsi yang lebih besar dari angkatan kerja. Dengan lebih dari setengah dari mereka bekerja di luar rumah setiap saat. Meskipun orang sering berasumsi bahwa perempuan bekerja terutama untuk mendapatkan uang, hal ini tidak selalu terjadi, terutama ketika tinggi pendapatan suami. Ketika perempuan dalam survei hari ini ditanya apakah psikologi akan bekerja bahkan jika mereka bisa hidup nyaman tanpa itu, perempuan dan laki-laki adalah untuk melanjutkan, menyatakan bahwa arti dari psikologi kerja sangat penting bagi mereka sebagai laki-laki (Renwick & Lawler1978). Pekerjaan juga memiliki seorang wanita rumah, memberikan persyaratan kertas yang lebih jelas dan pembayaran jauh dari rumah untuk bekerja dan kontak dengan orang lain. Sehingga meningkatkan rasa kompetensi dan harga diri (Ferree, 1976).

Setidaknya satu studi menunjukkan bahwa perempuan umumnya puas dengan pekerjaan mereka sebagai laki-laki. Namun, perempuan menyatakan tingkat kepuasan yang lebih rendah dalam kantong tertentu dari pekerjaan mereka. Kesempatan untuk belajar hal baru, kebebasan kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, prospek promosi dan membayar (Renwick & Lawler, 1978). Wanita kadang-kadang mengeluhkan diskriminasi dalam membayar, seringkali dengan alasan yang baik. Lulusan dari Sekolah Tinggi perempuan masih mendapatkan hanya sekitar dua pertiga gaji seorang pria dengan pendidikan yang sama. Wanita dengan pendidikan kurang tarif lebih buruk (USBureau sensus tahun 1981).

pilihan seorang wanita dari suatu pekerjaan berjalan jauh untuk meningkatkan atau membatasi kesempatan Anda untuk menjadi puas dengan pekerjaan yang lebih tinggi meskipun jumlah perempuan menghadiri universitas dan sekolah pascasarjana. Kebanyakan wanita masih ditargetkan untuk pekerjaan tradisional perempuan relatif kurang dibayar, di mana pekerjaan langka. Akibatnya, lebih banyak perempuan dilatih di TK, pekerjaan mengajar primer dan sekunder yang tersedia. Pada saat yang sama, beberapa ahli memproyeksikan bahwa akan ada pekerjaan lebih dari kandidat yang berkualitas di bidang-bidang seperti bisnis, teknik, kedokteran dan pengolahan data elektronik. Namun, seringkali motivasi. Luar biasa perempuan yang mencari pekerjaan ini sementara mayoritas wanita masih tidak diberitahukan atau wiling untuk mengeksplorasi alternatif untuk pekerjaan perempuan tradisional (Cerra, 1980).

Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan pelecehan seksual dan diskriminasi dalam pekerjaan. Dalam satu survei, perempuan lebih banyak mengeluh bahwa pekerjaan mereka tidak sepadan dengan keterampilan dan pelatihan karena diskriminasi seksual. keluhan lain yang diharapkan lebih fokus pada pekerjaan dan pekerjaan bergengsi kurang dari pekerja lain dengan pekerjaan yang sama dan menerima membayar kurang (Renwick & Lawler, 1978).

Perempuan segera menemukan bahwa bekerja di luar rumah tidak menyayangkan tugas rumah tangga mereka. Dari tiga-perempat dari ibu bercerai, dibandingkan dengan hanya sekitar setengah dari ibu menikah, bekerja di luar rumah, ia menggunakan pekerjaan dapat menjadi sangat memberatkan bagi ibu yang bekerja belum menikah (US Biro Sensus, 1980) tetapi perempuan yang menikah tidak selalu jauh lebih baik. Laporan menunjukkan bahwa wanita terus melakukan sebagian dari memasak, belanja, dan membersihkan diri setelah makan. Ketika ada anak-anak atau perempuan umumnya mengurus mereka berbagi tanggung jawab dengan suami mereka, tetapi wanita yang lebih muda, tugas rumah tangga semakin besar kemungkinan dibagi rata, sebuah tanda bahwa perubahan terjadi secara bertahap. Ketika datang untuk yang karirnya menjadi prioritas, namun hampir dua pertiga orang yang mengklaim karir mereka datang pertama sementara hanya satu dari sepuluh perempuan pf mengadopsi posisi ini. Selanjutnya, semakin tinggi pendapatan, lebih banyak perlawanan ia harus bergerak demi pekerjaan istrinya (Ridley,1973).

  • Perubahan pasokan dan permintaan.

Kepuasan kerja sebagian bergantung pada apakah ada masa depan di dalamnya. Ini harus diperhitungkan saat memilih karir. Pada saat yang sama, semua pekerjaan dipengaruhi oleh perubahan penawaran dan permintaan tenaga kerja, meskipun beberapa lebih daripada yang lain.

Kecenderungan terhadap konsolidasi dalam bisnis dan pertanian, seiring dengan meningkatnya teknologi, semua bergabung untuk menghasilkan perubahan signifikan dalam pola kerja. Ini berarti bahwa para pekerja pertanian dan pekerja tidak terampil terus mengalami kesulitan menemukan yang memadai, sementara para pekerja profesional dan teknis, manajer, orang Penjualan dan karyawan Kantor akan bekerja memanggil jauh lebih baik. Karena jumlah industri jasa-memproduksi meningkat pada tingkat yang lebih cepat dari sejumlah produsen di industri yang baik dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut dengan sekitar 30 persen antara 1980 dan 1990, peluang kerja harus menguntungkan dalam bidang seperti keuangan , pemerintahan yang nyata dan pengolahan data. Juga mencatat peningkatan dramatis dalam lowongan yang diproyeksikan untuk panitera, kebanyakan untuk menggantikan pekerja yang pensiun, transfer ke pekerjaan lain atau hanya berhenti bekerja, mungkin untuk menghadiri kuliah atau mengurus keluarga.

prospek kerja juga tergantung pada tingkat pendidikan. Karena tingkat pendidikan rata-rata tenaga kerja sekarang lebih dari 12 tahun tanpa pendidikan menengah adalah jelas merugikan. Berpendidikan rendah, orang-orang muda dengan sedikit keterampilan akan memiliki tingkat tertinggi pengangguran, sementara lulusan perguruan tinggi tetap dengan anak. Namun, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi satu dari empat lulusan perguruan tinggi harus puas dengan pekerjaan yang sebelumnya dipegang oleh orang dengan kurang dari empat tahun kuliah. Sementara lulusan perguruan tinggi masih memiliki keunggulan kompetitif atas mereka yang berpendidikan kurang, kemungkinan mereka akan lebih baik di daerah yang paling bernilai pendidikan tinggi, tulisan terutama profesional dan manajerial (profesional outlook hanabook, edisi 1980-1981).

  • Mengubah pekerjaan

Setiap profesi yang Anda pilih, ada kemungkinan bahwa Anda akan mengubah pekerjaan pada satu waktu atau yang lain. Rata-rata orang membuat sekitar sepuluh perubahan pekerjaan besar (atau majikan) selama karirnya. Sebagian besar dari perubahan ini terjadi ketika orang berada dalam usia dua puluhan dan tiga puluhan, ketika untuk mencari aktivitas pekerjaan lebih menjanjikan. Ketika pria dan wanita berusia empat puluhan, mereka cenderung untuk membuat satu atau dua pekerjaan perubahan selama karir mereka. Secara keseluruhan, rata-rata jumlah tahun seseorang terus pekerjaan cleclined sekitar empat setengah tahun pada tahun 1963 menjadi sekitar tiga setengah tahun pada tahun 1980. Pada saat yang sama, lebih dari setengah dari semua pekerja Amerika memiliki pekerjaan yang terakhir lima tahun atau lebih, dengan durasi kerja meningkat dengan usia (Crittenden, 1980).

Orang merasa gelisah karena beberapa alasan. Beberapa orang menemukan bahwa perubahan ekonomi telah mengurangi permintaan keterampilan mereka, dan harus belajar yang baru. Lain halnya melalui krisis pertengahan karir dan dipaksa untuk menilai kembali tujuan mereka. Dalam kasus, orang mungkin menyadari bahwa mereka telah membuat pilihan karir miskin. Sebuah survei mengungkapkan bahwa hampir 40 persen responden telah di pekerjaan mereka dengan kecelakaan dengan musyawarah sedikit. 16 persen lainnya mengakui bahwa mereka telah ditetapkan untuk pekerjaan mereka saat ini karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di bidang yang mereka pilih. Hanya 23 persen responden yang bekerja dalam pekerjaan pilihan mereka. Hampir setengah dari pekerja merasa “dikunci” untuk pekerjaan mereka, dengan sebagian besar merasa bahwa waktunya tidak tepat untuk perubahan. Para pekerja tidak terampil dan semiskilled mengungkapkan perasaan terkuat jebakan, dan banyak orang merasa akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sama dengan saat ini. Manajer dan eksekutif, di sisi lain, umumnya merasa mereka telah banyak yang dipertaruhkan untuk meninggalkan posisi mereka saat (Renwick & Lawler, 1978).

Secara keseluruhan, perubahan pekerjaan yang lebih sulit untuk mengubah pekerjaan meskipun keduanya semakin sulit dengan usia. Dalam banyak kasus, individu berubah menjadi pekerjaan di bidang terkait. Dengan hanya sedikit pelatihan dan pelatihan kembali. Dalam kasus lain di mana ada ketidakpuasan dalam perubahan yang lebih drastis dari pekerjaan atau pekerjaan mungkin diperlukan. Yang penting adalah untuk menemukan sesuatu yang Anda benar-benar menikmati melakukan hal yang menantang kemampuan di tempat untuk menyimpan pekerjaan terutama karena keamanan atau mempertahankan reputasi. Terlalu banyak orang yang bekerja dalam pekerjaan di bawah potensi mereka, terutama karena mereka takut pengangguran lebih dari kebosanan. Namun, beberapa orang lakukan ketika mereka sedang mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dan yang baik selama ada kebutuhan di masyarakat.

  • waktu luang

Tidak ada yang suka bekerja sepanjang waktu. Sebagian besar dari kita menginginkan pergi ke sendiri dan dengan keluarga kita. Istilah tradisional yang digunakan untuk waktu tidak bekerja seperti itu liburan, secara harfiah berarti “waktu off bekerja atau tugas.” Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita memiliki waktu luang lebih baik. Namun peningkatan waktu luang sekarang menimbulkan masalah bagi banyak orang.

  • meningkatkan waktu luang

Saat ini, banyak yang menggabungkan kekuatan untuk membawa kita lebih banyak waktu luang. Di satu sisi, meningkatnya penggunaan komputer dan bentuk lain otomatis lebih banyak dilakukan dengan pekerja lebih sedikit dan sedikit waktu. Pada saat yang sama, memasuki pasar tenaga kerja untuk yang lebih muda, perempuan dewasa dan ancaman minoritas mempertahankan tingkat pengangguran yang tinggi atau mengubah distribusi pekerja. Rata-rata pekerja sekarang memiliki liburan dibayar dan hari libur, dan janji jangka waktu yang lebih mendukung pensiun penghasilan. Sementara inflasi, pajak yang lebih tinggi dan peningkatan biaya pendidikan (dan hampir segala sesuatu yang lain) mengancam offset manfaat ini, tren jangka panjang terhadap waktu bebas lebih banyak.

Kebanyakan orang menghabiskan begitu banyak waktu luang dan kegiatan di tempat kerja, antara 30 dan 40 jam per minggu rata-rata. Pada kelompok usia 18 sampai 25 dan lebih dari 50 tahun menghabiskan berjam-jam dua kali lagi dalam kegiatan rekreasi dan di tempat kerja. Kenyamanan kegiatan dapat berkisar dari kegiatan di luar ruangan, aktif, seperti berjalan dan bersepeda pencarian lebih pasif, interior, seperti menonton televisi. Meskipun liburan disukai sedikit berbeda menurut umur dan jenis kelamin, serta apa yang ada dalam mode, yang merupakan aktivitas yang paling populer di kalangan populasi umum di urutan mengunjungi kebun binatang dan taman, piknik, drive, berjalan atau berlari, berenang, sightecing , menghadiri acara olahraga, olahraga bermain atau permainan, memancing dan alam berjalan (Indikator Sosial III, 1980).

Bentuk lain dari hiburan saat berlibur. Berdasarkan survey

243 kerja dan waktu luang
Kebanyakan survei menunjukkan bahwa mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka, meskipun kepuasan kerja biasanya tertinggi di antara manajer, eksekutif, dan pekerja profesional. keluhan yang paling cenderung datang dari, perempuan, kulit hitam, dan pekerja muda, dan mereka yang berpendapatan rendah. pergeseran konstan dalam penawaran dan permintaan berbagai jenis pekerja juga mempengaruhi penyesuaian pekerjaan, meskipun pekerja berpendidikan tinggi tetap memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan mereka yang berpendidikan kurang. Namun demikian. Orang perubahan pekerjaan sekitar sepuluh kali rata-rata selama hidupnya atau dia, dengan sebagian besar perubahan yang dilakukan selama dua puluhan orang, dan tiga puluhan.

Minggu kerja yang progresif lebih pendek sekarang memberikan pekerja lebih banyak waktu luang mereka topi di masa lalu, sementara kebanyakan orang menghabiskan waktu sebanyak kegiatan rekreasi seperti di tempat kerja. Mereka tidak selalu tahu bagaimana memanfaatkan waktu luang mereka. Mengingat prospek bertentangan kerja otomatis dan keinginan pekerja untuk makna kerja ful, penggunaan positif liburan dapat memberikan arti yang sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan dan kewarasan dari banyak pekerja
PERTANYAAN UNTUK REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda yakin bahwa kerja keras selalu membayar off?
2. Apakah tiga hal yang paling penting yang Anda cari dalam pekerjaan?
3. Manakah dari tahapan don Super kejuruan identitas Anda saat ini di?
4. Sampai sejauh mana Anda ?
5. Dalam cara apa yang Anda harapkan sebuah perguruan tinggi pendidikan untuk keuntungan karir Anda?
6. Apakah Anda secara aktif bekerja untuk memilih pekerjaan yang kompatibel? Atau apakah Anda kebanyakan menunggu?
7. Apa jenis rasio penawaran dan permintaan yang mendahului bagi Anda pekerjaan yang diminati?
8. Jenis pekerjaan yang telah Anda menyukai yang paling full-time atau paruh waktu?
9. Berapa banyak pekerjaan yang berbeda yang telah Anda sejauh ini termasuk pekerjaan paruh waktu?
10. Manakah dari kelly, AOS untuk jenis waktu luang Anda terlibat dalam paling sering?

OLAHRAGA
1. mengidentifikasi data-keterampilan kerja, orang atau benda?
Mungkin Anda mendengar pepatah lama bahwa beberapa orang akan bekerja dengan orang, sementara yang lain lebih baik dalam bekerja dengan hal-hal. Walaupun hebat disederhanakan, ada, AOS beberapa kebenaran ini. Lebih realistis, thougt, setiap pekerjaan membutuhkan bekerja baik dengan orang-orang dan hal-hal, serta dengan informasi. Salah satu pekerjaan differencesbetween utama, bagaimanapun, adalah tingkat relatif mana jenis-jenis keterampilan yang terlibat.
Pilih lima atau lebih pekerjaan di mana Anda memiliki minat beberapa. Kemudian, dengan menggunakan sistem klasifikasi listedbelow, memperkirakan sejauh mana masing-masing pekerjaan melibatkan keterampilan masing-masing bekerja dengan data (atau informasi), orang, atau hal.
Data pekerjaan orang
1. A
2. B
3. C
4. D
5. E
system yang menggolongkan tiga jenis keterampilan yang tercantum di bawah adalah satu yang sama digunakan dalam Kamus Kerja Judul (DOT) yang diterbitkan oleh kantor percetakan pemerintah. Keahlian yang disusun dalam urutan hirarkis menurut salah satu kompleksitas keterampilan. Dari keterampilan yang paling kompleks (0) dengan yang menyeringai (nomor meningkat). Kombinasi dari ketiga nomor sesuai dengan tiga angka terakhir 316 akan melibatkan tingkat yang relatif tinggi keterampilan untuk deling dengan data, tingkat keterampilan yang tinggi untuk berurusan dengan orang, tetapi sedikit keterampilan untuk bekerja dengan hal-hal. Pilih nomor yang sesuai dari daftar berikut untuk menyisipkan di bawah data / orang / kolom hal-hal pada tabel Anda. Cjeck untuk melihat seberapa baik Anda diperkirakan dengan melihat pilihan kerja Anda dalam DOT.

Data orang hal-hal
0. Mensintesis 0. Mentoring 0. Menyiapkan
1. Koordinasi 1. Negosiasi 1. Precistion kerja
2. Menganalisa 2. Instructhing 2. Operationing mengendalikan
3. Kompilasi 3. Mengawasi 3. Mengemudi, operasi
4. Komputasi 4. Mengalihkan 4. memanipulasi
5. Menyalin 5. Membujuk 5. Merawat
6. Membandingkan 6. Berbicara. Signaling 6. Makan
7. No signivicant 7. Melayani 7. Penanganan hubungan
8. No signivifcant 8. No signivifcant 8. No signivifcant
Hubungan hubungan hubungan

2.matching kepribadian Anda dengan pekerjaan yang kompatibel
Pelajari daftar Belanda, AOS enam tipe kepribadian-pekerjaan atau tema disajikan sebelumnya dalam bab ini. Kemudian pilih jenis trhee yang paling mencirikan kepribadian Anda dalam satu, dua tiga orde. Misalnya, jika Anda berpikir Anda paling, eko kepribadian tipe sosial, dan tingkat yang lebih rendah seperti jenis intivestigative, dan evon kurang seperti tipe artistik, maka tiga pilihan utama Anda akan SIA

Jika kamu akan mengerjakan latian jenis seperti ini lebih sistem matis kamu mungkin tertarik dalam pencarian jonh Holland,menjual di arahkan untuk perencanaan , kejuruan menggunakan instrument menyediakan data yang lebih spesifik ,aktifis, minat dan kemampuan yang lebih gilirannya membantu kamu untuk menemukan tipe kepribadian yang paling has dari kamu .kemudian juga , buku kerja lidernya ,menyediakan daftar lengkap lebih dari pekerjaan yang sudah di atursesuai dengan kemungkina kombinasii,yang berada dari 6 tips kepribadian ,kerja juga menunjukan tingkat pendidikan ol/ pelatihan yang di butuhkan untuk pekerjaan masing-masing.

Pencarian –menjual harus tersedia perguruabn tinggi yang paling conlesting , meskipun di rancang (biasanya dalam waktu kurang dari 1 jam ) ketrbicaan atas hasil anda dengan konselor biasa yang lebih bermanfaat

3. sesuaikan minat dan ketentuan anda

Bautlah daftar lengkap dari semua prestasi yang kamu telah menikmati melakukannya ini harus mencakup apapun yang anda merasa nyaman . tapi peroyek-proyek sekolah ,pekerjaan , hoby ,olah raga atau kegiatan masyarakat.anda termaksd hal yang dilakukan kebanyakan oleh sendiri / bersama orang-orang lain.

Kemudian pilih sesuai / lebih ol prestari yang paling menyengkan mendaftarnya di urutan yang paling menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan daftarkan bebrapa prestasi ,anda yang lebih baru sejak dulu hidup anda .

4.persyaratan kejujuran .

Kebanyakan orang sibuk menpersiapkan pekerjaan tampan mengetahui banyak spesifikasi pekerjaan itu apa yang sebenarnya orang lakukan dalam pekerjaan. Sesuatu alasan agar orang lebih muda di harap kan untuk memilih perguruan tinggi sebelum mereka memilih banyak pengetahuuan ato pengalalaman dalam dunia kerja alasan lain bahwa upaya yang mungkin orang tertarik dalam dunia kerja karna prestasi .

KERJA DAN WAKTU LUANG

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

MERUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Penurunan nilai kerja

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Fungsi psikologis pada pekerjaan

Proses pemilihan Kejuruan

Tahap identitas kejuruan

Perbedaan jenis kelamin

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Memilih Pekerjaan yang sesuai

Karakteristik pribadi

Karakteristik pekerjaan

Perangkap dalam membuat keputusan

Penyesuaian pekerjaan

Kepuasan dalam bekerja

Wanita dan pekerjaan

Perubahan penawaran dan permintaan

Mengganti pekerjaan

Waktu Luang

Meningkatkan waktu luang

Menggunakan waktu luang secara positif

KERJA DAN WAKTU LUANG

Kebanyakan dari kita menghabiskan 40th hidup kita untuk bekerja. Tapi bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan kita. Bagaimana pekerjaan mempengaruhi kita?

Setelah mengajuka penawaran tersebut kepada orang-orang di seluruh negeri. Studs Terket menyimpulkan bahwa “suatu yang kita sebut biasa iu mempengaruhi nilai pribadi seseorang-atau lebih sering kekurang dalam pekerjaan yang mereka lakukan baik atau buruk, itu tampak seperti pekerjaan bagian pusat dari kehidupan kita dan membantu kita memutuskan apa perasaan kita sendiri.

Bab ini memeriksa beberapa perubahaan sikap terhadap pekerjaan. Proses dalam memilih sebuah pekerjaan dan yang terpenting dalam menemukan pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakat. Kepuasan kerja menuntut perempuan untuk bekerja dan pengaruh dari pekerjaan itu sendiri sama pentingnya dengan waktu luang.

MENGUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Bagi Para pengemuka agama terdahulu, bekerja tidak hanya penting untuk bertahan hidup tapi juga sebuah kebijakan tersendiri untuk melanjutkan pembentukan sikap kita. Etika bekerja orang Amerika ini juga tertanam sangat dalam pada nilai kebudayaan yang kita ambil sebagai jaminan. Kebanyakan dari tema pokok pada etika pekerjaan adalah seperti yang digambarkan yang lebih awal dikenal oleh Daniel Yankelovich. Satu-satunya gagasan yang menjadikan seorang “Penyedia yang baik” adalah karakteristik yang paling penting sebagai “pria sejati”. Tema lain yaitu hidup “ berdiri dengan kedua kaki kita sendiri”. Bekerja mendatangkan uang, kebebasan dan kecemasan. Tema yang lain adalah kerja keras menuntun kepada keberhasilan dengan imbalam memiliki rumah kita sendiri. Membangun sebuah keluarga dan menikmati setiap hal yang indah di hidup kita. Ada juga tema tentang kehormatan diri sendiri. Kita masih merasakan penilaian pribadi kita terhubung dengan apa yang kita capai di dunia pekerjaan. Untuk bekerja pada sesuatu dan melakukannya dengan baik membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri.

Pada waktu yang bersamaan sikap orang terhadap pekerjaan berubah. Masyarakan setuap hari berharap banyak dari pekerjaan mereka daripada menjalani hidup yang sederhana. Pada kasus hirarki kebutuhan Abraham Maslow, bekerja adalah kebutuhan dasar manusia. Seperti pekerjaan yang aman. Gaji yang memuaskan dan keamanan da;am bekerja. Mereka menjadi lebih sadar akah kebutuhan yang lebih tinggi sebagai resiko. Kita memberih perhatian lebih kepada kepuasaan psikologis dalam pekerjaan, khususnya pekerjaan yang menarik dan terpenuhi.

Penurunan nilai pada pekerjaan

Sebuah kesalahan menyimpulkan bahwa etika pekerjaan jaman dulu sudah benar2 mati. Seperti yang terlihat pada survey psikologi hari ini terhadap sikap bekerja. Penemuan dalam pembelajaran yang penting khusunya mayoritas responden muda ( 2/3 dibawah 34th) dan mahasiswa dan setengahnya adalah wanita. Hasil menunjukan bahwa lebih dari ½ dari mereka merasa bahwa kerja keras membuat anda menjadi orang yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari mereka menyatakan bahwa orang yang mampu bekerja tapi memilih untuk tidak menyerap di masyarakat.

Pada waktu bersamaan, perbandingan awal dengan akhir survey menunjukan perubahan yang sifnifikan pada sikap orang terhadap pekerjaan. Satu perubahan yang paling penting sudah terjadi pada sejumlah mahasiswa yang percaya “kerja keras pasti akan terbayar”.

Pada pertengahan 1960-an, Yankelovich menemukan bahwa 72 persen mahasiswa setuju dengan pendapat ini. Tapi pada awal 1970-an, angka tersebut turun setengah. Hanya dengan 40% setuju dengan pernyataan tersebut. Sadar bahwa mahasiswa tidak selalu mencerminkan pendapat dari masyarakat secara umum. Yankelovich juga menghubungkan survey dengan penemuannya yang menunjukan perubahan kearah yang sama, tapi dengan sedikit perubahan yang drastic. Sedangkan pada akhir 1960-1970-an hanya 43 persen minoritas yang merasa seperti itu (Yankelovich,1981).

Suatu respon menunjukan perubahan yang signifikan pada sikap orang Amerika terhadap pekerjaan. Beberapa orang udah mengalami dis-ilusi dengan kerja dan kesempatan mereke berbagi hadiah. Baik mayoritas orang-orang. Khususnya orang-orang yang berpendidikan di muka umum dan anak muda tertentu. Mereka masih percaya bisa meraih kesuksesaan jika mereka bekerja keras seperti peraturan dahulu. Walaupun mereka lebih memilih bertanya dibanding peraturan lama yang membosankan. Bahkan lebih signifkan. Walaupun, perubahan yang diinginkan oleh orang-orang pada pekerjaan mereka. Sepertinya banyak pekerja baik muda dan tua sekarang mencari kepuasan psikologi pada pekerjaan mereka (Yankelovich,1981)

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Kalian mungki berkata bahwa apa yang orang cari pada pekerjaan itu semuanya tergantung pada kemauan orang itu sendiri dan ada beberapa fakta mengenai ini. Tapi Daniel Yankelovich menemukan sebuah consensus yang berharga dari jawaban atas pertanyaan yang menyilang terhadap para pekerja termasuk kerah-bur dan kerah-putih dan para professional. Dua frekuensi tertinggi memberikan respon “ kerja itu menarik” dan memiliki “ rekan kerja yang ramah tamah” dengan masing-masing responden memberikan 70% pendapat dari pada pekerja. Diikuti dengan 2 tambahan jawaban dalam melakukan pekerjaan yang berarti disebut sebagai “kesempatan untuk menggunakan pikiran anda” dan “ hasil kerja yang anda bisa lihat”- memberikan 65-62% dari masing-masing pendapat para pekerja. Sementara upah yang bagus berada di urutan ke-5 dari peringkat “ yang diberikan oleh 62% pekerja). Pekerja berkerah-biru member banyak tekanan pada uang. Dan para professional member sedikit tekanan pada uang, dengan pekerja berkerah-putih berada diantara keduanya.

Hasil yang serupa ditemukan pada survey mahasiswa baru, pada kelas 8 ketika ditanya tingkat apa yang paling penting dalam kepuasan bekerja, 5 kriteria teratas secaran menurun menajadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan. Menggunakan keahlian dan kemampuan. Berpeluang bagus dalam periklanan, masa depan yang terjamin, dan hasil yang nyata. Upah yang baik menempati urutan ke-8. Oenyda yang tidak kuliah memberikan respon yang serupa kecual mereka lebih memntingkan upah yang baik menempati posisi 8 (Bachman,Johnson,1979)

Responden pada survey psikologi hari ini termasuk kebanyakan dewasa alwal dan pekerja berpendidikan membuat perbedaan yang tajam antara apa yang merka suka tentang pekerjaan mereka dan apa pemikiran yang paling penting mengenai pekerjaan secara umum . seperti yang di ditunjukkan pada table 9.1. Aspek yang paling memuaskan dalam bekerja seperti keramah tamahan sesame rekan kerja. Kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pekerjaan, dan kehormatan yang diterima oleh rekan sepekerjaan. Di lain pihak, aspek yang paling penting dalam melakukan pekerjaan adalah berkaitan dengan pertumbuhan pribadi atau aktualisasi diri. Termasuk kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat diri sendiri senang melakukannya. Sesuatu yang berharga dan mempelajari hal yang baru.Aktualisasi ini lebih pentung daripada uang. Ketika responden tertekan pada kabar apapun mereka akan menerima pekerjaan berupah lebih tinggi yang mana kurang menarik. Hampir 2/3 responden mengatakan tidak relah. Dilain pihak, hamper setengah (46%) dari responden tidak akan menerima pekerjaan yang lebih menarik jika upahnya kurang dari pekerjaan yang mereka miliki saat ini. Bagaimanapun, hamper kebanyakan responden (41%) ihlas untuk melakukan pertikaran, mereka yang setidaknya ikhlas untuk memtong upahnya adalah wanita yang sudah bercerai (55%), pria yang sudah menikah (49%), Janda (47%) dan perempuan yang hidup dengan seseorang (47%) (Renvick, Lawler,1976)

FUNGSI PSIKOLOGIS PADA PEKERJAAN

Meskipun apa kata orang tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin jelas sekarang bahwa setiap orang bekerja keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting.Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketiak perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas. Contohnya, seorang individu yang pekerjaanya terarah mungkin meninggalkan meja untuk bekerja menjual barang atau konstruksi. Bahkan orang yang sudah mendapatkan banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu dan energy yang di habiskan oleh pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan akan penghargaan dan penguasaan (Morgan,1972)

IDENTITAS PRIBADI

Orang denderung mengidentifikasi dengan apa yang mereka lakukan. Bagaimana sering kalian mendengar seseorang memperkenalakan dirinya dengan berkata “saya bekerja untuk IBM” atau “ saya seorang suster”. Studs Tarket (1972) menemukan bahwa pekerjaan mereka membosankan,pekerjaan mekanis yang sering membuat mereka merasa menjadi “mekanik”, atau “robot”. Dilain pu=ihak, mereka tertarik pada tantangan dan pemenuhan pekerjaan pada seni atau profesi yang menunjukan tujuan hidup merekea,biasanya sebagai hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan.

MENCEGAH KEBOSANAN

Walaupun banyak dari kita enggan untuk mengakuinya,kita bekerja untuk menghindari bosan. Jika anda mencemooh hal ini,tinggal berbicara dengan seseorang yang sudah tidak bekerja sejak lama karena pengangguran,sakit atau pension. Bahkan orang yang dipaksa untuk pension lebih awal seperti polisi dan anggota militer sering mengambil pekerjaan lain untuk menghilangkan kebosanan.

MELAYANI YANG LAIN

Sementara membantu orang lain menempati prioritas yang lebih rendah daripada pencapaian pribadi untuk roang kebanyakan lebih dari 1/3 dari responden pada sebuah survey nasional terdaftar “bekerja sangat berguna secara social” sebagau salah satu yang mereka cari pada pekerjaan (Yankelovich,1974b).Kebanyakan orang yang sukarela bekerja di rumash sakit atau penjara atau departemen, kebanyakan karena prasa pemenuhan yang mereka dapat dari menolong yang lain.

STATUS DAN PERSETUJUAN

Kedudukan adalah penentu utama dari status social seseorang dengan keluarga biasanya mengambil status dari pekerjaan kepala rumah tangga sementara itu akan menjadi kesalahan jiaka mengambil peerjaan bergengsi yang secara pribadi tidak memuaskan. Pekerjaan berstatus tinggi dan pemenuhan pribadi sering berdampingan. Pada suatu survey, sekitar ¾ dari professional tidak akan sungkan untuk memilih pekerjaan mereka yang sama lagi dibadningankan dengan beberapa daripada 2/3 pekerja berkerah-biru (Yankelovich,1974b)

PROSES PEMILIHAN JURUSAN

Kita tidak memilih jurusan begitu saja, Eli Ginzberg (1972) mengatakan bahwa proses kejuruan sebenarnya bermulau pada masa kanak-kanak dan berujung pada remaja akhir atau remaja dan terdapat 3 tahap.

Seiring waktu kita menginjak SMA dan kuliah. Kita dibawah tekanan yang sangat besar untuk menentukan komitmen jurusan.sekolah membutuhkan pilihan kurikulum untuk pelajar atau program belajar sebaik kursus khusus dalam sebuah bidang yang dipilih. Orang tua dan teman ingin mengetahui “Apa yang anda akan lakukan?”. Tapi banyak tekanan berasal dari sana.

TAHAP IDENTITAS KEJURUAN

Orang sering kesulitan memilih sebuah jurusan karena melibatkan lebih dari sekedar pemilihan pekerjaan apa yang akan dilakukan atau identitas jurusan setiap tahap perkembangan jurusan adalah sebuah cara untuk mendasari dan menegaskan diri anda dalam dunia kerja. Walaupun remaja adalah waktu yang kritis dalam mendapatkan identitas kejuruan. Prosesnya berlangsung seumur hidup dan termasuk 5 tugas perkembangan atau yang di sebut Tahap.

  • kristalisasi, mendapatkan gagasan mengenai satu kehidupan pekerjaan sebagai dasar dari rencana pendidikan
  • pesifikasi, mencari latihan yang berguna untuk 1 pilihan jurusan, apakah di universitas atau magang.
  • pelaksanaan, mencari kesempatan yang cocok atau pekerjaan yang mana menggunakan sebuah latihan.
  • stabilitas, menyesuaikan pilihan karir termasuk latihan lebih lanjutdan spesialisasi pada sebuah bidang.
  • konsolidasi, memperoleh keahliang,pengalaman dan status dalam sebuah pilihan karir.

Super (1974) sudah mengusulan konsep dari “Kejuruan dewasa” sebagai sebuah cara menentukan seberapa baik inidividu dalam kemajuan terhadap identitas kejuruan mereka. Pendewasaan jurusan mencerminkan kemampuan untuk merencanakan dan menelusuri kemungkinan kejuruan, untuk mendapat informasi yang relevan mengenai itu sendiri dan pilihan Giat karir, dan mewujudkan komitmen kejuruan. Satu pelajarang jangka penjang menggunakan teori Super menemukan bahwa lebih dari ¾ dari laki-laki sudah menyeimbangkan identitas jurusan mereka pada umur 25th.

Ini penting unutk menentukan pada umur berapa orang mencapai tingkan perkembangan secara baik. Seorang veteran yang lebih tua atau pengrajin rumahan. Contohnya, kedewasaan dan arah tujuan. Terlebih lagi dengan meningkatnya frekuensi pekerjaan dan perubahan karakteristik karir dari social hari ini.banyak orang melewati 2 atau 3 putaran dari tahap Super dan pembentukan ulang jurusan mereka identik untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan pribadi mereka dan cita-cita dalam hidupnya.

PERBEDAAN JENIS KELAMIN

Walaupun jenis klamin adalah factor yang paling menentukan pada pemilihan jurusan. Itu masih ada karena pengaruhsocial dan psikologis. Terutama perbedaan peran masing2 jenis kelamin. Secara tradisiona,pilihan karir dari 2 seksi sudah mempertinggi perbedaan jenis kelamin. Dengan laki-laki tidak hanya berdasarkan pemilihan jurusan yang lebih luas.tapi juga lebih seperti memilih pekerjaan berstatus tinggi daripada wanita (Hoult&Smith,1978).

Untungnya, situasi ini dengan segera berubah. Lebih dari 9/10 dari wanita bekerja diluar rumah dan pada maksud yang sama pada kehidupan mereka,dengan lebih dari ½ dari mereka bekerja kapanpun di butuhkan (U.S Bureau of the census,1981). Kebanyakan wanita bekerja sebelum menikah. Menunda pernikahan lebih lama, dan mengabungkan karir dengan pernikahan dan tanggung jawan keluarga. Juga, sejumlah wanita memilih kuliah dan lulus atau sekolah professional yang sudah meningkat lebih cepat daripada sejumlah pria. Terlebih lagi, sejumlah wanita secara tradisional memasuki bidang yang dikuasai laki-laku seperti Hukum,obat-obatan,bisnis dan insinyur 2 kali lebih banyak daripada pertengahan abad 60 dan abad 70 (Amaerika Council on Education,1975). Juga, secara tradisional lebih banyak pria bekerja pada bidang yang dikuasai wanita. Contohnya,guru sekolah dasar, perawat, dan operator telefon.

Tidak mengagetkan, seorang yang berpendidikan kuliah cenderung meningkatkan aspirasi karir diantara wanita. Satu pelajaran jangka panjang menunjukan bahwa orientasi karir diantara perempuan meningkat secara cepat dari mahasiswa baru menjadi senior dan melampau kuliah. Saat memasuki kuliah,18% dari wanita memikirkan karir dan 33% sudah pasti tidak berkarir. Setelah lulus,keseluruhan perbahan orientasi bahkan menghaslkan persentasi sebesar 40% orang berkarir dan presentase yang lebih besar dari lulusan pemikiran berkarir dengan 48% orang berkarir,30% terutama mengarah ke cita-cita keluarga dan hanya bekerja bias am dan 22% mengambil komitmen bekerja tanpa tujuan karir ( Angrist,1972).

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Sampai sekarang, manfaat melajutkan kuliah sudah besar dirasakan. Kuliah seharusnya membuat kalian lebih baik diberitahukan dan menyediakan akses ke status yang lebih tinggi,upah pekerjaan yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari populasi masih percaya bahwa seorang yang berpendidikan kuliah itu penting dalam kehidupan (Deaman&plisko,1979). Lebih bakyak lagi orang berfikir dua kali sebelum menghadiri kuliah. Satu alas an untuk ini adalah meningkatnya biaya pendidikan kuliah. Alas an yang lain adalah sulitnya banyak lulusan kuliah mendapat pekerjaan,terutama pekerjaan yang sesuai untuk latihan tingkatan kuliah. Alas an yang lain yang harus dilakukan dengan melunasi pendidikan kuliah. Walaupun lulusan kuliah melanjutkan ke pendapatan yang tinggi seumur hidup daripada lulusan SMA, celanya semakin sedikit. Sedangkan 25-34th lulusan kuliah mendapatkan 40% lebih daripada lulusan SMA pada tahun 1970, mereka mendapatkan hanyak 24% lebih pada tahun 1977 (U.S. Beureu of the consensus,1980)

Semua ini telah mempengaruhi keputusan anak remaja mengenai apa ingin melanjutkan kuliah, kuliah jenis apa, dan alasan mereka untuk hadir. Hari ini banyak anak muda menunda untuk masuk ke perguruan tinggi, entah itu karena hasrat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih sebelum melanjutkan pendidikan dan komtimen jurusan atau kebutuhan untuk mendapatkan uang. Hampir setengah setengah remaja kuliah terikat sekarang menunggu atau setahaun lebih sebelum mendaftar di perguruan tunggi. Proporsi yang tinggi dari pelajar yang menghadiri perguruan tinggu umum berlipat dalam akhir decade 1977 (Dearman,Plisko,1979). Ada juga peningkatan orientasi karir antara pelajar umur 17 atau 18tahun.sementara banyak pelajar pada 2-4tahun kuliah memilih untuk mengejar pengetahuan budaya atau gelar ilmuan, ada tekanan yang besar dalam menjaga fleksibilitas, dengan lebih banyak pelajar mengambil 2 jurusan.seperti bisnis dan ilmuan computer atau pelajar dan psikologi. Ada juga sedikit keraguan pada penggantian jurusan. Dengan realisasi karir yang cocok itu lebih penting daripada kenyamanan mengejar rencana asli mereka. Kemudian juga, ada banyak kecendrungan untuk keluar dari kuliah. Dengan hamper 70% dari pelajar pada 2 tahun komunitas kuliah di keluarkan bersama-sama atau yang lain. Walaupun banyak yang mendaftar ulang pada tanggal selanjutnya (Golladay & Noel, 1978). Sementara siswa yang lebih tua mungkin merasakan gelisah untuk kembali kesekolah, kebanyakan dari mereka langsung menemukan kedewasaan mereka dan merasakan arah pada pengalaman kuliah mereka bahkan lebih berarti dan memuaskan.

Ini tidak biasanya untuk orang2 memilih sebuah jurusan setelah kuliah untuk sejumlah alasan. Pada survei Psikologi Hari Ini,hamper 40% dari responden melaporkan bahwa mereka mendapatkan pekerjaan dengan kesempatan tanpa banyak pertimbangan. 16% lainnya mengatakan bahwa mereka sudah menyelesaikan pekerjaan sekarang mereka karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Hanya 23% dari responden yang bekerja pada pilihan pekerjaan mereka (Renwick &Lawler,1978). Survey lainnya menemukan bahwa 2/3 dari laki-laki dan setengah dari perempuan sudah memutuskan untuk mencari pekerjaan setelah meninggalkan kuliah. Ketika ditanya apakah pendidikan yang mereka dapat memberikan mereka keahlian yang di butuhkan untuk pekerjaan mereka saat ini, 38% membalas bahwa sudah “sangat berguna” sementara 50% lainnya mengatakan bahwa itu sudah “agak berguna”. Hanya 12% merasakan bahwa kuliah tidak memberikan manfaat sama sekali. Ketika ditanya program mana yang mereka akan sarankan untuk persiapan bekerja di banyak bidang, mereka mereka lebih menyukai kursus bagaimana cara untuk berkomunikasi dan bisa bersapa dengan orang-orang sebaik

Menangani angka-angka dan praktek bisnis umum ( The New York Times,Nov,7,1976)

MEMILIH SEBUAH PEKERJAAN YANG COCOK

Banyak orang bekerja dengan pekerjaan yang mereka tidak sukai atau tidak bisa diatasi, hasilnya besar ketidak mampuan penyesuaian diri dan jutaan dolar terbuang sia-sia. Sebagai hasilnya, penitng meningkatkan pilihan sebuah pekerjaan yang cocok dengan ketertarikan dan kemampuan. Tapi ini adalah sesuatu yang anda dan saya harus lakukan untuk diri sendiri.

Karakteristik Pribadi

Sebuah awal yang bagus adalah memilih ketertarikan apa yang kamu punya pada diri sendiri dan kemampuan. Kalian adalah sebuah gabungan unik dari sifat pribadi,ketertarikan,keahlian dan harga. Semakin baik yang kalian dapat ketahui mengenai diri kalian sendiri maka lebih bijaksanadalam mengambil keputusan.

Apa yang paling membuat anda tertarik.data atau sesuatu?pelajaran apa yang paling anda sukai di sekolah? Kegiatan Ekstrakurikuler apa yang anda sukai? Bagaimana dengan kerja paruh waktu? Coba temukan mengenai apa pekerjaan tersebut yang membuat mereka tertarik kepada anda. Apakah itu kegiatanya sendiri? Atau orang-orang didalamnya?

Bagaimana dengan kemampuan anda? Apa pekerjaan terbaik yang anda bisa lakukan?yang paling anda kuasai?tidak peduli berapa banyak kemampuan yang anda miliki. Penting untuk menyadari bahwa masing-masing dari kita berkualitas untuk banyak kedudukan yang berbeda.tidak hanya satu. Seperti olahraga athletic termasuk terbatas untuk sejumlah orang yang memiliki otot dan keahlian. Jadi kebanyakan pekerjaan memerlukan hanya beberapa keahlian spesifik atau karakteristik. Rahasianya terletak pada menemukan jenis pekerjaan yang memerlukan kekuatan tertentu yang anda miliki.

Untuk memperluas kedua ketertarikan dan bakat kalian akan berubah dengan pengalaman dan waktu. Penelitian sudah menunjukkan kategori ketertarikan yang luas, seperti pada bidang obat-obatan.teknik atau bisnis, tetap stabil dari para remaja.(Campbell,1971). Jika kalian menyukai sesuatu pada saat anda belasan dan awal 20, kesempatan yang sama akan kalian sukai pada tahun-tahun selanjutnya.

Mungkin kalian pernah mendengar seseorang mengambil sebuah tes psikologi untuk membantu pemilihan karir. Sebenarnya , kebanyakan dari persediaan ketertarikan anda daripada sebuah test biasa. Saat ini, satu dari kebanyakan menggunakan instrument tes adalah Strong-Campbell Interest Inventory (SCII) yang mana menggabungkan banyak item dari versi awalnya Strong Inventory for males and females dengan menghilangkan item yang berdasarkan jenis kelamin.hasilnya, yang mana biasanya dibagi secara terbuka dengan individu, menunjukan bagaimana ketertarikan seorang individu dibandingkan dengan orang-orang lain yang memiliki kedudukan yang berbeda.

Apakah tes ketertarikan tersebut membantu anda membuat keputusan yang tepat pada pemilihan kerja? Semua tergantung dari bagaimana kita menggunakanya. Jika kalian mengandalkan hasil tersebut sebagai sebuah pengganti untuk membuat keputusan pribadi,maka jawabanya akan negative. Tapi jika kalian menggunakan hasil tersebut sebagai sebuah sumber untuk mengklarifikasi ketertarikan kalian dalam rangka untuk membuat sebuah keputusan,maka jawabanya pasti positif. Seperti halnya instrument yang menunjukan reliabilitas yang besar dalam memprediksi apa seorang individu akan bersikeras atay keluar dari bidang pekerjaan tersebut. Mereka tidak bisa memprediksi kesuksesan pada bidang yang diberikan karena kebanyak factor subjektif terlibat didalamnya. Tapi sudah itemukan bahwa apa yang membuat berhasil biasanya mendemonstrasikan lebih tinggin daripada rata-rata skor ketertarikan,sementara siapa yang akan keluar nanti biasanya lebih rendah daripada rata-rata skor(Shertzer,1981)

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

Sekali anda memulai menjelajahi ketertarikan anda sendiri,kemampuan,dan nilai, kalian siap untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan karakteristik pribadi anda. Dengan lebih dari 20.000 pekerjaan yang berbeda untuk dipilih,ini bukanlah tugas mudah. Untungnyam ada sumber buku untuk membati pencarian tersebut. Seperti yang banyak digunakan Dictionary of Occupational (DOT) dan Occupational Outlook Hand-book. Kedua buku direvisi secara teratur oleh pemerintah percetakan. Sebagai tambahan, berbagai macam pekerjaan sudah teratur pada dasar keluarga atau kelompok dari pekerjaan yang terkait. Masing-masing kelompok menunjukan tokoh 9-1 berisi ratusan pekerjaan yang terdekat. Contohnya, bidang kesehatan termasuk sejumlah besar pekerja kesehatan-dokter,perawat,apoteker, dokter gigi,kebersihan gigi,hanya untuk beberapa nama. Ini sering membantu memilih 2 dari 3 pekerjaan kelompok yang kalian paling tertarikm dan mulai menelusuri beberapa pekerjaan spesifik pada kelompoknya.

Sebuah perangkat yang membantu untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok untuk kamu adalah John Holland’s Self Directied Search For Vocational Planning. Yang mana dapat dikelola sendiri. Ini berdasarkan dari kenyataan bahwa manusia di bidang pekerjaan yang samasering memiliki sifat yang mirip,ketertarikan dan kebiasaan dalam melakukan sesuatu. Holland (1973) menggambarkan 6 dari jenis kepribadian bersama dengan lingkungan kerja mereka yang baik. Setelah mencocokan sejumlah kegiatan,ketertarikan dan perkiraan kemampuan anda sendiri, kalian menjumblahkan item untuk menemukan 3 jenis kepribadian yang paling menyerupai.kemudian pada pekerjaan yang terpisah penemu buklet, kalian mencocokan berbagai jenis kepribadian digabungkan dengan beberapa pekerjaan yang cocok. O’connel dan Sedlacek (1972) sudah menemukan Self-Directed search lebih handal dan sedikit membantu untuk perencanaan ketertarikan jurusan.

PERANGKAP DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN

Ini penting untuk menyadai bahwa memilih sebuah pekerjaan tidaklah keputusan sepihak, tapi melibatkan serangkaian keputusan bertahun-tahun. Pada prosesnya, ada perangkap tertentu yang seharusnya anda lawan.

Pertama adalah bahaya keputusan premature. Contohnya, kalian mungkin menjawab dengan malu, “saya tidak tau” pada sejumlah pertanyaan yang menanyakan, “jenis pekerjaan apa yang ingin anda lakukan?” ada tekanan yang besar untuk menjawab pertanyaan seperti, “saya pikir saya ingin menjadi insinyur,” karena ketertarikan yang lebih awal dalam bidang ini.setelah belajar lebih mengenai apa yang diperlukan pada bidang ini, kalian mungkin merasa sedikit antusias dengan pilihan ini, tapi memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang seharusnya,kebanyakan untuk menyelamatkan muka.

Perangkap yang lain adalah Pilihan yang kebetulan, seperti memilih jurusan utama pada saat SMA atau kuliah dengan sedikit meemikiran konsekuensinya, atau sisa pada pekerjaan karena pekerjaan pertama anda.memilih sebuah pekerjaan secara luas karena perangkap dari luar, seperti uang atau gengsi adalah perangkap yang lain.

Satu dari kesalah terbesar, berdasarkan penasihat jurusan adalah “menunggu sesuatu terjadi”, malah, kalian harus mengambil inisiatif dan ikut aktif pada proses pencarian pekerjaan yang cocok.

Seperti telah disebutkan literatur pendidikan dan profesional. Mereka biasanya tersedia di perpustakaan atau konseling sekolah. Selain itu, beberapa perguruan tinggi sekarang menawarkan kursus dan lokakarya pembinaan karir, yang dirancang khusus bagi mereka yang ragu-ragu. Paruh-waktu pekerjaan dan program kerja-studi juga menawarkan kesempatan berharga untuk menemukan apa jenis pekerjaan yang Anda suka atau tidak suka.

Perangkap potensial lainnya adalah kegagalan untuk menyadari bahwa pilihan pekerjaan awal mereka dapat dimodifikasi atau diubah dengan pengalaman. Dalam studi longitudinal terkenal laki-laki. Daniel Levinson dan rekan-rekannya (1978) menemukan bahwa proses pembuatan lengan pilihan karir yang lebih panjang dan lebih keras daripada biasanya menggambarkan. Pria yang membuat komitmen publik yang kuat di usia dua puluhan, tanpa evaluasi yang cukup dari diri mereka sendiri atau menjelajahi pekerjaan alternatif sering menyesal kemudian. Di sisi lain, mereka yang menunda membuat komitmen profesional dan umumnya menyangkal tiga puluh neccecarry pengalamannya untuk membuat hak. Levinson menyimpulkan bahwa “salah satu paradoks besar pembangunan manusia adalah bahwa kita terpaksa membuat keputusan penting sebelum kita memiliki pengetahuan, percobaan diri dan memilih dengan bijak. Namun, jika kita berurusan dengan pilihan ini sampai kita benar-benar siap, keterlambatan dapat mengakibatkan lain, biaya lebih tinggi ” Levinson (1978, p.102). Semua ini menunjukkan bahwa perlu untuk memilih suatu pekerjaan tapi tetap pilihan ini terbuka untuk revisi didasarkan pada pertumbuhan dan pengalaman berikutnya.

  • Penyesuaian Pekerjaan

Apakah anda tahu bahwa anda meningkatkan kesempatan hidup anda lebih lama ketika anda sedang bahagia dalam pekerjaan anda sesuai dengan studi jangka panjang, kepuasaan kerja dan kebahagiaan pribadi diharapkan umur panjang lebih baik dari sebuah evaluasi medis atau genetic. Disisi lain, ketidakpuasan di tempat kerja tidak hanya memperpendek umur anda tapi juga membuat anda lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit stress, seperti hipertensi. Diantara faktor yang berhubungan dengan pekerjaan yang meningkatkan resiko penyakit atau kematian yang lebih tinggi dan berlebihan secara terus menerus. Kurangnya penghargaan dan dukungan, kondisi kerja yang buruk, serta bekerja dipekerjaan yang berulang-ulang membosankan.

  • Kepuasan Pada Pekerjaan

Ada banyak cara untuk memberitahu betapa bahagia orang-orang di tempat kerja mereka. Anda dapat mengamati erithusiasm mereka dan minat kerja, produktivitas, dan kualitas pekerjaan mereka atau Anda dapat mengukur ketidakpuasan mereka dengan catatan absentsceism mereka atau frekuensi perubahan pekerjaan. tapi ukuran yang paling langsung dan sering digunakan hanya untuk meminta orang seberapa baik mereka melakukan pekerjaan mereka.

Dilihat dari jajak pendapat tentang hal ini, mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka. Meskipun persentase yang tepat bervariasi menurut penelitian ini. Sebuah studi yang didanai oleh Pemerintah, sampel yang representatif pekerja AS pada akhir tahun tujuh puluhan menemukan bahwa 88 persen dari mereka adalah baik “agak” atau “sangat” puas mendorong pekerjaan mereka. Sedikit penurunan dari pertengahan tahun tujuh puluhan (di New York,Dec.17.1981). Hasil yang sebanding dapat dilihat dalam survei Yankelovich (1974) menunjukkan bahwa 80 persen rata-rata dari semua pekerja yang “agak” atau “sangat” puas dengan pekerjaan mereka. Kepuasan kerja lebih tinggi di antara eksekutif dan profesionalisme dan terendah di antara pekerja non-manual.

persentase kecil pekerja merasa puas dengan pekerjaan mereka menurut survei psikologi hari ini disebutkan sebelumnya (Renwick & Lawler, 1978). Hanya dua-pertiga dari semua pekerja umumnya puas dengan pekerjaan mereka. Sekitar seperlima responden sangat puas dengan pekerjaan mereka. Dengan lima lain tidak harus puas dengan pekerjaan mereka. Manajer, eksekutif, dan profesional lebih puas. Kurang sering depresi tentang pekerjaan mereka, dan kurang cenderung merasa terjebak dalam pekerjaan mereka daripada tidak terampil. Semiskilled, dan pekerja administrasi adalah para pekerja yang paling tidak puas dan masih muda (dibawah 24). Kulit hitam, dan mereka yang berpenghasilan rendah. Temuan terakhir adalah relevan karena peningkatan tingkat pendidikan pekerja muda, ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai, peningkatan ketidakpuasan pekerja berpendidikan orang-orang yang terpaksa mengambil kurang menantang, posisi yang lebih rendah yang membayar tidak hanya mengungkapkan tingginya tingkat ketidakpuasan kerja tetapi juga mengubah pekerjaan lebih sering.

Seperti yang mungkin Anda harapkan, pekerja dalam survei peringkat gaji psikologi dan kurangnya kemajuan sebagai penyebab utama ketidakpuasan kerja. Tetapi mereka juga tidak senang dengan cara kinerja mereka dievaluasi dan reward dan pujian jalan bersama. Keluhan sering berpusat di jalan atau otoriter secrecive beberapa organisasi pergi tentang persetujuan anggaran dan promosi. Hampir setengah berpikir bahwa para pekerja lebih maju dalam organisasi lebih tergantung pada “siapa yang Anda tahu” daripada “seberapa baik Anda lakukan” (Renwick & Lawler.1978)

Kepuasan pada pekerjaan sering dapat ditingkatkan dengan inovasi dalam kondisi kerja. motor Umum, misalnya, telah bereksperimen dengan pendekatan baru dalam beberapa daya terganggu oleh moral yang buruk dan produktivitas yang rendah. Dalam tanaman ini eksperimental, aturan perakitan-baris yang lama telah digantikan oleh pendekatan baru yang memberikan pekerja suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka, membuat pekerjaan mereka lebih menantang dan menarik, dan memperlakukan mereka dengan martabat (Yankelovich, 1981).

Di antara inovasi dicoba pada pengaturan pekerjaan lain yang dapat digunakan lebih luas dari jam kerja yang fleksibel, minggu kerja yang lebih pendek, bagi hasil, rencana opsi saham, pembagian kerja, pembagian kerja, dan penggunaan yang lebih besar dari pekerjaan paruh waktu. Jauh dari memproduksi anarki, perubahan ini cenderung untuk meningkatkan semangat dan produktivitas. jam kerja yang lebih fleksibel juga meningkatkan kepuasan kerja dengan mengurangi konflik antara tuntutan pekerjaan, kebutuhan keluarga, nilai dari waktu luang dan kebutuhan pendidikan (Stetson, 1981).

  • perempuan dan bekerja

Kami telah menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi proporsi yang lebih besar dari angkatan kerja. Dengan lebih dari setengah dari mereka bekerja di luar rumah setiap saat. Meskipun orang sering berasumsi bahwa perempuan bekerja terutama untuk mendapatkan uang, hal ini tidak selalu terjadi, terutama ketika tinggi pendapatan suami. Ketika perempuan dalam survei hari ini ditanya apakah psikologi akan bekerja bahkan jika mereka bisa hidup nyaman tanpa itu, perempuan dan laki-laki adalah untuk melanjutkan, menyatakan bahwa arti dari psikologi kerja sangat penting bagi mereka sebagai laki-laki (Renwick & Lawler1978). Pekerjaan juga memiliki seorang wanita rumah, memberikan persyaratan kertas yang lebih jelas dan pembayaran jauh dari rumah untuk bekerja dan kontak dengan orang lain. Sehingga meningkatkan rasa kompetensi dan harga diri (Ferree, 1976).

Setidaknya satu studi menunjukkan bahwa perempuan umumnya puas dengan pekerjaan mereka sebagai laki-laki. Namun, perempuan menyatakan tingkat kepuasan yang lebih rendah dalam kantong tertentu dari pekerjaan mereka. Kesempatan untuk belajar hal baru, kebebasan kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, prospek promosi dan membayar (Renwick & Lawler, 1978). Wanita kadang-kadang mengeluhkan diskriminasi dalam membayar, seringkali dengan alasan yang baik. Lulusan dari Sekolah Tinggi perempuan masih mendapatkan hanya sekitar dua pertiga gaji seorang pria dengan pendidikan yang sama. Wanita dengan pendidikan kurang tarif lebih buruk (USBureau sensus tahun 1981).

pilihan seorang wanita dari suatu pekerjaan berjalan jauh untuk meningkatkan atau membatasi kesempatan Anda untuk menjadi puas dengan pekerjaan yang lebih tinggi meskipun jumlah perempuan menghadiri universitas dan sekolah pascasarjana. Kebanyakan wanita masih ditargetkan untuk pekerjaan tradisional perempuan relatif kurang dibayar, di mana pekerjaan langka. Akibatnya, lebih banyak perempuan dilatih di TK, pekerjaan mengajar primer dan sekunder yang tersedia. Pada saat yang sama, beberapa ahli memproyeksikan bahwa akan ada pekerjaan lebih dari kandidat yang berkualitas di bidang-bidang seperti bisnis, teknik, kedokteran dan pengolahan data elektronik. Namun, seringkali motivasi. Luar biasa perempuan yang mencari pekerjaan ini sementara mayoritas wanita masih tidak diberitahukan atau wiling untuk mengeksplorasi alternatif untuk pekerjaan perempuan tradisional (Cerra, 1980).

Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan pelecehan seksual dan diskriminasi dalam pekerjaan. Dalam satu survei, perempuan lebih banyak mengeluh bahwa pekerjaan mereka tidak sepadan dengan keterampilan dan pelatihan karena diskriminasi seksual. keluhan lain yang diharapkan lebih fokus pada pekerjaan dan pekerjaan bergengsi kurang dari pekerja lain dengan pekerjaan yang sama dan menerima membayar kurang (Renwick & Lawler, 1978).

Perempuan segera menemukan bahwa bekerja di luar rumah tidak menyayangkan tugas rumah tangga mereka. Dari tiga-perempat dari ibu bercerai, dibandingkan dengan hanya sekitar setengah dari ibu menikah, bekerja di luar rumah, ia menggunakan pekerjaan dapat menjadi sangat memberatkan bagi ibu yang bekerja belum menikah (US Biro Sensus, 1980) tetapi perempuan yang menikah tidak selalu jauh lebih baik. Laporan menunjukkan bahwa wanita terus melakukan sebagian dari memasak, belanja, dan membersihkan diri setelah makan. Ketika ada anak-anak atau perempuan umumnya mengurus mereka berbagi tanggung jawab dengan suami mereka, tetapi wanita yang lebih muda, tugas rumah tangga semakin besar kemungkinan dibagi rata, sebuah tanda bahwa perubahan terjadi secara bertahap. Ketika datang untuk yang karirnya menjadi prioritas, namun hampir dua pertiga orang yang mengklaim karir mereka datang pertama sementara hanya satu dari sepuluh perempuan pf mengadopsi posisi ini. Selanjutnya, semakin tinggi pendapatan, lebih banyak perlawanan ia harus bergerak demi pekerjaan istrinya (Ridley,1973).

  • Perubahan pasokan dan permintaan.

Kepuasan kerja sebagian bergantung pada apakah ada masa depan di dalamnya. Ini harus diperhitungkan saat memilih karir. Pada saat yang sama, semua pekerjaan dipengaruhi oleh perubahan penawaran dan permintaan tenaga kerja, meskipun beberapa lebih daripada yang lain.

Kecenderungan terhadap konsolidasi dalam bisnis dan pertanian, seiring dengan meningkatnya teknologi, semua bergabung untuk menghasilkan perubahan signifikan dalam pola kerja. Ini berarti bahwa para pekerja pertanian dan pekerja tidak terampil terus mengalami kesulitan menemukan yang memadai, sementara para pekerja profesional dan teknis, manajer, orang Penjualan dan karyawan Kantor akan bekerja memanggil jauh lebih baik. Karena jumlah industri jasa-memproduksi meningkat pada tingkat yang lebih cepat dari sejumlah produsen di industri yang baik dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut dengan sekitar 30 persen antara 1980 dan 1990, peluang kerja harus menguntungkan dalam bidang seperti keuangan , pemerintahan yang nyata dan pengolahan data. Juga mencatat peningkatan dramatis dalam lowongan yang diproyeksikan untuk panitera, kebanyakan untuk menggantikan pekerja yang pensiun, transfer ke pekerjaan lain atau hanya berhenti bekerja, mungkin untuk menghadiri kuliah atau mengurus keluarga.

prospek kerja juga tergantung pada tingkat pendidikan. Karena tingkat pendidikan rata-rata tenaga kerja sekarang lebih dari 12 tahun tanpa pendidikan menengah adalah jelas merugikan. Berpendidikan rendah, orang-orang muda dengan sedikit keterampilan akan memiliki tingkat tertinggi pengangguran, sementara lulusan perguruan tinggi tetap dengan anak. Namun, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi satu dari empat lulusan perguruan tinggi harus puas dengan pekerjaan yang sebelumnya dipegang oleh orang dengan kurang dari empat tahun kuliah. Sementara lulusan perguruan tinggi masih memiliki keunggulan kompetitif atas mereka yang berpendidikan kurang, kemungkinan mereka akan lebih baik di daerah yang paling bernilai pendidikan tinggi, tulisan terutama profesional dan manajerial (profesional outlook hanabook, edisi 1980-1981).

  • Mengubah pekerjaan

Setiap profesi yang Anda pilih, ada kemungkinan bahwa Anda akan mengubah pekerjaan pada satu waktu atau yang lain. Rata-rata orang membuat sekitar sepuluh perubahan pekerjaan besar (atau majikan) selama karirnya. Sebagian besar dari perubahan ini terjadi ketika orang berada dalam usia dua puluhan dan tiga puluhan, ketika untuk mencari aktivitas pekerjaan lebih menjanjikan. Ketika pria dan wanita berusia empat puluhan, mereka cenderung untuk membuat satu atau dua pekerjaan perubahan selama karir mereka. Secara keseluruhan, rata-rata jumlah tahun seseorang terus pekerjaan cleclined sekitar empat setengah tahun pada tahun 1963 menjadi sekitar tiga setengah tahun pada tahun 1980. Pada saat yang sama, lebih dari setengah dari semua pekerja Amerika memiliki pekerjaan yang terakhir lima tahun atau lebih, dengan durasi kerja meningkat dengan usia (Crittenden, 1980).

Orang merasa gelisah karena beberapa alasan. Beberapa orang menemukan bahwa perubahan ekonomi telah mengurangi permintaan keterampilan mereka, dan harus belajar yang baru. Lain halnya melalui krisis pertengahan karir dan dipaksa untuk menilai kembali tujuan mereka. Dalam kasus, orang mungkin menyadari bahwa mereka telah membuat pilihan karir miskin. Sebuah survei mengungkapkan bahwa hampir 40 persen responden telah di pekerjaan mereka dengan kecelakaan dengan musyawarah sedikit. 16 persen lainnya mengakui bahwa mereka telah ditetapkan untuk pekerjaan mereka saat ini karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di bidang yang mereka pilih. Hanya 23 persen responden yang bekerja dalam pekerjaan pilihan mereka. Hampir setengah dari pekerja merasa “dikunci” untuk pekerjaan mereka, dengan sebagian besar merasa bahwa waktunya tidak tepat untuk perubahan. Para pekerja tidak terampil dan semiskilled mengungkapkan perasaan terkuat jebakan, dan banyak orang merasa akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sama dengan saat ini. Manajer dan eksekutif, di sisi lain, umumnya merasa mereka telah banyak yang dipertaruhkan untuk meninggalkan posisi mereka saat (Renwick & Lawler, 1978).

Secara keseluruhan, perubahan pekerjaan yang lebih sulit untuk mengubah pekerjaan meskipun keduanya semakin sulit dengan usia. Dalam banyak kasus, individu berubah menjadi pekerjaan di bidang terkait. Dengan hanya sedikit pelatihan dan pelatihan kembali. Dalam kasus lain di mana ada ketidakpuasan dalam perubahan yang lebih drastis dari pekerjaan atau pekerjaan mungkin diperlukan. Yang penting adalah untuk menemukan sesuatu yang Anda benar-benar menikmati melakukan hal yang menantang kemampuan di tempat untuk menyimpan pekerjaan terutama karena keamanan atau mempertahankan reputasi. Terlalu banyak orang yang bekerja dalam pekerjaan di bawah potensi mereka, terutama karena mereka takut pengangguran lebih dari kebosanan. Namun, beberapa orang lakukan ketika mereka sedang mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dan yang baik selama ada kebutuhan di masyarakat.

  • waktu luang

Tidak ada yang suka bekerja sepanjang waktu. Sebagian besar dari kita menginginkan pergi ke sendiri dan dengan keluarga kita. Istilah tradisional yang digunakan untuk waktu tidak bekerja seperti itu liburan, secara harfiah berarti “waktu off bekerja atau tugas.” Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita memiliki waktu luang lebih baik. Namun peningkatan waktu luang sekarang menimbulkan masalah bagi banyak orang.

  • meningkatkan waktu luang

Saat ini, banyak yang menggabungkan kekuatan untuk membawa kita lebih banyak waktu luang. Di satu sisi, meningkatnya penggunaan komputer dan bentuk lain otomatis lebih banyak dilakukan dengan pekerja lebih sedikit dan sedikit waktu. Pada saat yang sama, memasuki pasar tenaga kerja untuk yang lebih muda, perempuan dewasa dan ancaman minoritas mempertahankan tingkat pengangguran yang tinggi atau mengubah distribusi pekerja. Rata-rata pekerja sekarang memiliki liburan dibayar dan hari libur, dan janji jangka waktu yang lebih mendukung pensiun penghasilan. Sementara inflasi, pajak yang lebih tinggi dan peningkatan biaya pendidikan (dan hampir segala sesuatu yang lain) mengancam offset manfaat ini, tren jangka panjang terhadap waktu bebas lebih banyak.

Kebanyakan orang menghabiskan begitu banyak waktu luang dan kegiatan di tempat kerja, antara 30 dan 40 jam per minggu rata-rata. Pada kelompok usia 18 sampai 25 dan lebih dari 50 tahun menghabiskan berjam-jam dua kali lagi dalam kegiatan rekreasi dan di tempat kerja. Kenyamanan kegiatan dapat berkisar dari kegiatan di luar ruangan, aktif, seperti berjalan dan bersepeda pencarian lebih pasif, interior, seperti menonton televisi. Meskipun liburan disukai sedikit berbeda menurut umur dan jenis kelamin, serta apa yang ada dalam mode, yang merupakan aktivitas yang paling populer di kalangan populasi umum di urutan mengunjungi kebun binatang dan taman, piknik, drive, berjalan atau berlari, berenang, sightecing , menghadiri acara olahraga, olahraga bermain atau permainan, memancing dan alam berjalan (Indikator Sosial III, 1980).

Bentuk lain dari hiburan saat berlibur. Berdasarkan survey

243 kerja dan waktu luang
Kebanyakan survei menunjukkan bahwa mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka, meskipun kepuasan kerja biasanya tertinggi di antara manajer, eksekutif, dan pekerja profesional. keluhan yang paling cenderung datang dari, perempuan, kulit hitam, dan pekerja muda, dan mereka yang berpendapatan rendah. pergeseran konstan dalam penawaran dan permintaan berbagai jenis pekerja juga mempengaruhi penyesuaian pekerjaan, meskipun pekerja berpendidikan tinggi tetap memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan mereka yang berpendidikan kurang. Namun demikian. Orang perubahan pekerjaan sekitar sepuluh kali rata-rata selama hidupnya atau dia, dengan sebagian besar perubahan yang dilakukan selama dua puluhan orang, dan tiga puluhan.

Minggu kerja yang progresif lebih pendek sekarang memberikan pekerja lebih banyak waktu luang mereka topi di masa lalu, sementara kebanyakan orang menghabiskan waktu sebanyak kegiatan rekreasi seperti di tempat kerja. Mereka tidak selalu tahu bagaimana memanfaatkan waktu luang mereka. Mengingat prospek bertentangan kerja otomatis dan keinginan pekerja untuk makna kerja ful, penggunaan positif liburan dapat memberikan arti yang sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan dan kewarasan dari banyak pekerja
PERTANYAAN UNTUK REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda yakin bahwa kerja keras selalu membayar off?
2. Apakah tiga hal yang paling penting yang Anda cari dalam pekerjaan?
3. Manakah dari tahapan don Super kejuruan identitas Anda saat ini di?
4. Sampai sejauh mana Anda ?
5. Dalam cara apa yang Anda harapkan sebuah perguruan tinggi pendidikan untuk keuntungan karir Anda?
6. Apakah Anda secara aktif bekerja untuk memilih pekerjaan yang kompatibel? Atau apakah Anda kebanyakan menunggu?
7. Apa jenis rasio penawaran dan permintaan yang mendahului bagi Anda pekerjaan yang diminati?
8. Jenis pekerjaan yang telah Anda menyukai yang paling full-time atau paruh waktu?
9. Berapa banyak pekerjaan yang berbeda yang telah Anda sejauh ini termasuk pekerjaan paruh waktu?
10. Manakah dari kelly, AOS untuk jenis waktu luang Anda terlibat dalam paling sering?

OLAHRAGA
1. mengidentifikasi data-keterampilan kerja, orang atau benda?
Mungkin Anda mendengar pepatah lama bahwa beberapa orang akan bekerja dengan orang, sementara yang lain lebih baik dalam bekerja dengan hal-hal. Walaupun hebat disederhanakan, ada, AOS beberapa kebenaran ini. Lebih realistis, thougt, setiap pekerjaan membutuhkan bekerja baik dengan orang-orang dan hal-hal, serta dengan informasi. Salah satu pekerjaan differencesbetween utama, bagaimanapun, adalah tingkat relatif mana jenis-jenis keterampilan yang terlibat.
Pilih lima atau lebih pekerjaan di mana Anda memiliki minat beberapa. Kemudian, dengan menggunakan sistem klasifikasi listedbelow, memperkirakan sejauh mana masing-masing pekerjaan melibatkan keterampilan masing-masing bekerja dengan data (atau informasi), orang, atau hal.
Data pekerjaan orang
1. A
2. B
3. C
4. D
5. E
system yang menggolongkan tiga jenis keterampilan yang tercantum di bawah adalah satu yang sama digunakan dalam Kamus Kerja Judul (DOT) yang diterbitkan oleh kantor percetakan pemerintah. Keahlian yang disusun dalam urutan hirarkis menurut salah satu kompleksitas keterampilan. Dari keterampilan yang paling kompleks (0) dengan yang menyeringai (nomor meningkat). Kombinasi dari ketiga nomor sesuai dengan tiga angka terakhir 316 akan melibatkan tingkat yang relatif tinggi keterampilan untuk deling dengan data, tingkat keterampilan yang tinggi untuk berurusan dengan orang, tetapi sedikit keterampilan untuk bekerja dengan hal-hal. Pilih nomor yang sesuai dari daftar berikut untuk menyisipkan di bawah data / orang / kolom hal-hal pada tabel Anda. Cjeck untuk melihat seberapa baik Anda diperkirakan dengan melihat pilihan kerja Anda dalam DOT.

Data orang hal-hal
0. Mensintesis 0. Mentoring 0. Menyiapkan
1. Koordinasi 1. Negosiasi 1. Precistion kerja
2. Menganalisa 2. Instructhing 2. Operationing mengendalikan
3. Kompilasi 3. Mengawasi 3. Mengemudi, operasi
4. Komputasi 4. Mengalihkan 4. memanipulasi
5. Menyalin 5. Membujuk 5. Merawat
6. Membandingkan 6. Berbicara. Signaling 6. Makan
7. No signivicant 7. Melayani 7. Penanganan hubungan
8. No signivifcant 8. No signivifcant 8. No signivifcant
Hubungan hubungan hubungan

2.matching kepribadian Anda dengan pekerjaan yang kompatibel
Pelajari daftar Belanda, AOS enam tipe kepribadian-pekerjaan atau tema disajikan sebelumnya dalam bab ini. Kemudian pilih jenis trhee yang paling mencirikan kepribadian Anda dalam satu, dua tiga orde. Misalnya, jika Anda berpikir Anda paling, eko kepribadian tipe sosial, dan tingkat yang lebih rendah seperti jenis intivestigative, dan evon kurang seperti tipe artistik, maka tiga pilihan utama Anda akan SIA

Jika kamu akan mengerjakan latian jenis seperti ini lebih sistem matis kamu mungkin tertarik dalam pencarian jonh Holland,menjual di arahkan untuk perencanaan , kejuruan menggunakan instrument menyediakan data yang lebih spesifik ,aktifis, minat dan kemampuan yang lebih gilirannya membantu kamu untuk menemukan tipe kepribadian yang paling has dari kamu .kemudian juga , buku kerja lidernya ,menyediakan daftar lengkap lebih dari pekerjaan yang sudah di atursesuai dengan kemungkina kombinasii,yang berada dari 6 tips kepribadian ,kerja juga menunjukan tingkat pendidikan ol/ pelatihan yang di butuhkan untuk pekerjaan masing-masing.

Pencarian –menjual harus tersedia perguruabn tinggi yang paling conlesting , meskipun di rancang (biasanya dalam waktu kurang dari 1 jam ) ketrbicaan atas hasil anda dengan konselor biasa yang lebih bermanfaat

3. sesuaikan minat dan ketentuan anda

Bautlah daftar lengkap dari semua prestasi yang kamu telah menikmati melakukannya ini harus mencakup apapun yang anda merasa nyaman . tapi peroyek-proyek sekolah ,pekerjaan , hoby ,olah raga atau kegiatan masyarakat.anda termaksd hal yang dilakukan kebanyakan oleh sendiri / bersama orang-orang lain.

Kemudian pilih sesuai / lebih ol prestari yang paling menyengkan mendaftarnya di urutan yang paling menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan daftarkan bebrapa prestasi ,anda yang lebih baru sejak dulu hidup anda .

4.persyaratan kejujuran .

Kebanyakan orang sibuk menpersiapkan pekerjaan tampan mengetahui banyak spesifikasi pekerjaan itu apa yang sebenarnya orang lakukan dalam pekerjaan. Sesuatu alasan agar orang lebih muda di harap kan untuk memilih perguruan tinggi sebelum mereka memilih banyak pengetahuuan ato pengalalaman dalam dunia kerja alasan lain bahwa upaya yang mungkin orang tertarik dalam dunia kerja karna prestasi .