L O V E

L O V E

Senin, 07 Maret 2011

Kepribadian Menurut Beberapa Ahli Psikologi

Nama : Ratna Sari Fauzia
Kelas : 2PA03
NPM : 10509841


Kepribadian Menurut Beberapa Ahli Psikologi

Carl Rogers yang berusia 20 tahun mengalami suatu pengalaman yang akan menentukan bentuk dan hakikat dari pendekatan terhadap kepribadian. Tidak seperti Allport yang data-datanya diambil dari orang dewasa yang sehat dan matang, rogers bekerja dengan mencari bahan untuk mengubah kepribadian mereka. Menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwa masa kanak-kanak, akan tetapi Rogers mengemukakan bahwa pengalaman-pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara pandang untuk masa sekarang yang mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis. Walaupun seperti itu fokus Rogers tetap pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada waktu itu. Sistem tentang kepribadian meliputi cara memelihara, mengaktualisasi, dan meningkatkan semua segi individu. Akan tetapi, aktualisasi berbuat jauh lebih banyak daripada mempertahankan organisme, aktualisasi juga memudahkan dan meningkatkan pematangan dan pertumbuhan.
Waktu kecil, anak mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari semua yang lain-lainnya. Dengan kata lain anak itu mengembangkan suatu “pengertian-diri” (self concept). Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil. Rogers menyebut kebutuhan ini “penghargaan positif” (positive regard”. Positive regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes yang dimiliki semua manusia. Self-concept yang dimiliki anak itu sangat dipengaruhi oleh sosok ibu karena anak mengharapkan bimbingan tingkah lakunya dari orang lain. Kasih sayang dan cinta yang diterima anak adalah syarat terhadap tingkah lakunya yang baik. Karena anak mengembangkan conditional positive regard maka dia menginternalisasikan sikap-sikap ibunya. Syarat utama bagi timbulnya kepribadian yang sehat adalah penerimaan ”penghargaan positif tanpa syarat” (unconditional positive regard) saat masa kecil. Hal ini berkembang apabila ibu memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa memperhatikan bagaimana anak bertingkah laku. Unconditional positive regard tidak menghendaki bahwa semua pengekangan terhadap tingkah laku anak tidak ada, tidak berarti bahwa anak bisa melakukan apapun yang diinginkannya tanpa dinasehati.
Hal yang pertama yang dikemukakan oleh Rogers itu adalah mengenai kepribadian yang sehat, yakni kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan yang ada tapi melalui beberapa proses. Hal yang kedua adalah tentang aktualisasi diri dan yang ketiga adalah tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya. Dan hal lain yang dikemukakan oleh Carl Rogers adalah tentang sifat orang yang berfungsi sepenuhnya. Menurut Rogers ciri dari sifat orang yang berfungsi sepenuhnya ada lima antara lain :
Keterbukaan pada Pengalaman. Kepribadian yang fleksibel dapat diartikan pada orang yang sedemikian mengetahui segala sesuatu tentang kodratnya; tidak ada segi yang ditutupi. Sedangkan kepribadian yang defensif dapat diartikan pada orang yang menurut syarat-syarat penghargaannya adalah statis, tidak dapat menerima atau bahkan mengetahui pengalaman-pengalaman tertentu.
Kehidupan Eksistensial. Rogers percaya bahwa kualitas dari kehidupan eksistensial ini merupakan segi yang sangat esensial dari kepribadian yang sehat.
Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri. Bertingkah laku sesuai dengan apa yang dirasakan benar merupakan pedoman yang cukup baik yang bisa diandalkan daripada faktor-faktor rasional atau intelektual.
Perasaan Bebas. Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga dia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak.
Kreativitas. Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuaikan diri dan bertahan terhadap perubahan yang drastis.
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Rogers adalah salah satu ahli psikologi yang mampu mengemukakan tentang kepribadian yang sehat. Rogers mampu menjelaskan pengembangan self yang ada pada diri manusia. Selain itu juga Rogers dapat menjelaskan ciri dari orang yang berfungsi sepenuhnya.
Selanjutnya adalah ahli psikologi yang bernama Erich Fromm. Sejak Fromm berusia 12 tahun dia sudah di hadapi dengan masalah atau tragedi yang menyeramkan yang membuat dia semakin penasaran tentang penyebab yang terjadi pada tragedi tersebut yang membuat dia melakukan pendekatan terhadap kepribadian. Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Dan Fromm percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan sesuai dengan keadaan masyarakat yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar individu tersebut.
Yang penting dalam mempengaruhi kepribadian adalah kebutuhan psikologis yang tidak dimiliki oleh binatang lebih rendah. Semua manusia yang sehat ataupun tidak sehat didukung oleh kebutuhan tersebut. Perbedaan antara orang yang sehat dengan yang tidak sehat yaitu dengan bagaimana cara mereka untuk membuat kebutuhan itu dipenuhi atau dipuaskan. Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan. Yaitu :
1. Hubungan. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menemukan hubungan yaitu destruktif (tidak sehat) dan cara lain yang konstruktif (sehat). Cara yang sehat untuk berhubungan dengan dunia adalah melalui cinta.
2. Transendensi. Destruktivitas dan kreativitas keduanya berakar secara mendalam pada kodrat manusia.
3. Berakar. Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan persaudaraan sesama umat manusia. From mengemukakan bahwa suatu cinta yang berfokus pada negara sndiri mengeluarkan cinta terhadap orang-orang dari negara lain dan ini merupakan suatu bentuk pemujaan berhala, bukan cinta.
4. Perasaan Identitas. Cara yang sehat untuk memuaskan kebutuhan ini adalah individualitas. Ada juga cara yang tidak sehat yaitu membentuk suatu perasaan identitas dengan menyesuaikan diri dengan sifat n suku orang.
5. Kerangka Orientasi.
Fromm menyebutkan bahwa kepribadian yang sehat adalah orientasi produktifitas, yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadain yang matang dari Allport. Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu yang merupakan hasil yang sangat penting dari orang, yakni diri. Ada empat segi tambahan yang diberikan Fromm untuk membantu dalam pemahaman tentang kepribadian yang sehat, yaitu cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan dan suara hati. Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana pasangan saling mempertahankan pasangannya. Lalu pikiran yang produktif itu meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikiran yang produktif ini didorong oleh adanya perhatian yang kuat dari objek pikiran. Kebahagiaan adalah suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif. Selanjutnya Fromm membedakan dua tipe suara hati, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter ialah antitesis terhadap kehidupan produktifitas. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Selain orientasi otoriter dan humanistis ada juga yang disebut dengan orientasi produktif. Orientasi produktif adalah suatu keadaan ideal atau tujuan perkembangan manusia yang belum pernah dicapai oleh masyarakat manapun. Ada alternatif lain yang dikemukakan oleh Fromm selain orientasi produktif yaitu orientasi tidak produktif yaitu orientasi reseptif, ekspoitatif, penimbunan, dan pemasaran.
Jadi dari penjelasan diatas menunjukan bahwa Fromm menjelaskan kepribadian yang sehat adalah suatu produk kebudayaan. Sebenarnya penjelasan Fromm itu tidak jauh berbeda dengan Allport. Dalam penjelasan diatas Fromm juga mengandung kebenaran-kebenaran yang kekal. Dari penjelasan diatas dijelaskan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan yang menimbulkan adanya dorongan kepribadian yang sehat.
Ahli psikologi selanjutnya adalah Abraham Maslow. Pendekatan Maslow terhadap kepribadian yaitu saat dia memiliki satu tujuan yang menantang ialah mempelajari berapa banyak potensi yang setiap orang miliki untuk perkembangan dan pengungkapan manusia yang penuh. Menurut Maslow untuk menyelidiki kesehatan psikologis, satu-satunya tipe oramh yang dipelajari adalah orang yang sangat sehat. Maslow mengemukakan bahwa kita harus mempelajari contoh yang paling baik, paling sehat, dan paling matang dari spesies manusia. Dalam pandangan Maslow, semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan-diri. Jadi prasyarat untuk mencapai aktualisasi-diri ialah memuaskan empat kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah, yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara, tidur, dan seks serta pemuasan terhadap kebutuhan tersebut untuk kelangsungan hidup. Kebutuhan ini sangat penting karena kebutuhan-kebutuhan tersebut sangat kuat dibanding dengan kebutuhan yang lain,
2. Apabila kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi selanjutnya akan timbul dorongan oleh kebutuhan rasa aman. Kebutuhan rasa aman meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan rasa cemas.
3. Apabila kita sudah mencapai tingkat tertentu dari kebutuhan rasa aman, maka kita akan digerakkan untuk memuaskan kebutuhan akan memiliki dan cinta.
4. Apabila kebutuhan akan memiliki dan cinta cukup berhasil dipenuhi, maka kita akan membutuhkan perasaan penghargaan. Menurut Maslow ada dua macam kebutuhan akan penghargaan yaitu penghargaan yang berasal dari orang lain dan penghargaan dari diri sendiri.
Setelah semua kebutuhan ini terpenuhi, maka kita akan didorong untuk memenuhi kebutuhan yang tingkatannya paling tinggi yaitu kebutuhan aktualisasi-diri. Setelah semua kebutuhan ini terpenuhi ada lagi kebutuhan kedua yang beroperasi sebagai tambahan dari kebutuhan tingkat pertama diatas yaitu kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. Diantara dua itu kebutuhan yang sangat kuat adalah kebutuhan untuk memahami. Ada beberapa sifat khusus untuk menggambarkan pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri antara lain :
Mengamati realitas secara efisien. Menurut Maslow pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri adalah hakim-hakim yang teliti terhadap orang lain, mampu menemukan dengan cepat ketidakjujuran dan penipuan.
Penerimaan umum atas kodrat, orang-orang lain dan diri sendiri. Orang-orang sehat begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus merubah atau memalsukan diri mereka. Sebaliknya orang yang neurotis dilumpuhkan oleh perasaan malu, begitu menghantui sehingga mereka mengalihkan waktu dan energi dari hal-hal yang lebih konstruktif.
Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran. Orang yang neurotis dan orang yang tidak mengaktualisasikan-diri tidak dapat berfungsi secara spontan, mereka harus mengubah segi-segi diri mereka yang menyebabkan mereka merasa malu atau merasa salah.
Fokus pada masalah-masalah di luar diri mereka.
Kebutuhan akan privasi dan independensi. Orang yang mengaktualisasikan-diri nya memiliki suatu kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang lain untuk kepuasan mereka dan dengan demikian mereka mungkin menjauhkan diri dan tidak ramah. Berbeda dengan orang yang neurotis, biasanya mereka secara sangat emosional tergantung pada orang lain untuk kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkannya sendiri.
Berfungsi secara otonom. Kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka.
Apresiasi yang senantiasa segar.
Pengalaman-pengalaman mistik atau ”puncak”. Menurut pengalam mistik, pengaktualisasi-diri dibedakan menjadi dua yaitu nonpeakers dan peakers. Nonpeakers cenderung menjadi orang-orang yang praktis, berinteraksi dengan dunia yang nyata secara efektif. Sedangkan peakers lebih hidupo di dunia-B, memiliki pengalaman-pengalaman puncak yang memberikan wawasan yang jelas tentang diri mereka dan dunia mereka cenderung menjadi lebih mistik, puitis dan saleh. Tapi Maslow menegaskan bahwa tidak semua peakers adalah orang mistik, seniman, atau ahli ilmu pengetahuan.
Minat sosial.
Hubungan antarpribadi.
Struktur watak demokratis. Orang yang sangat sehat membiarkan dan menerima semua oang tanpa memperhatikan kelas sosial, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit.
Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk.
Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan.
Kreativitas
Resistensi terhadap inkulturasi.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepribadian sehat menurut Maslow adalah tentang pengaktualisasian-diri seseorang. Dan diatas sudah dijelaskan tentang sifat khusus dari aktualisasi-diri.
Dari semua penjelasan diatas oleh beberapa ahli menyebutkan tentang kepribadian sehat yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman dari cara mereka meneliti semuanya.


Sumber : Schultz,Duane. ”Psikologi Pertumbuhan Model-Model kepribadian Sehat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar