L O V E
Selasa, 25 Desember 2012
EKSIBISIONISME
Eksibisionisme
A. Pengertian Eksibisionisme: Eksibisionisme adalah memamerkan alat kelamin kepada orang asing tanpa adanya persetujuan. Ada juga yang mengartikan bahwa eksibisionisme adalah perilaku kelainan seksual dimana seseorang suka atau gemar memperlihatkan organ vitalnya kepada lawan jenisnya untuk memuaskan hasrat pribadinya. Tidak ada kontak langsung antara pelaku dengan korban namun pelaku akan merasa terangsang secara seksual dengan mendapatkan perhatian dan mengejutkan orang lain dengan tingkahnya. pelaku pada penyakit eksibisionisme ini disebut eksibisionis dan penyakit ini bisa terjadi pada wanita maupun pria.
B. Ciri-ciri Eksibisionisme
Ciri-ciri dari Eksibisionisme biasanya terjadi berulang, intens selama 6 bulan minimal, suka berfantasi, memiliki dorongan atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan memamerkan alat kelamin, biasanya orang yang mengalami eksibisionisme ini dikarenakan mempunyai masalah interpersonal.
C. Penyebab dari Eksibisionisme
Penyebab dari Eksibisionisme bisa dari beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah Faktor psikologis. Faktor psikologis ini bisa terjadi karena perkembangan psikologis yang tak sempurna pada saat penderita masih kecil atau masih anak-anak. Dimana saat itu penderita mengalami perasaan rendah diri, tidak aman serta memiliki ibu yang dominan dan sangat protektif sehingga membuatnya sulit untuk berinteraksi dengan lawan jenisnya seperti selayaknya anak-anak berkembang. Umumnya penderita eksibisionisme ini sudah menikah namun memiliki hubungan seks yang kurang memuaskan dengan pasangannya.
Faktor yang kedua adalah faktor biologis. Biasanya yang mengidap eksibisionisme adalah laki-laki, dimana ada spekulasi bahwa androgen, hormon utama pada laki-laki berperan dalam gangguan ini. pada faktor biologis ini salah satu penyebab dari eksibisionisme adalah faktor genetik atau hormonal.
faktor lainnya adalah sosial kultural dimana faktor ini terjadi disebabkan karena lingkungan sosial disekelilingnya mendukung untuk penderita melakukan hal menyimpang tersebut.
D. Penanganan Eksibisionisme
Penderita Eksibisionisme bisa ditangani dengan beberapa cara yaitu terapi behavioral, terapi psikoanalisis, penanganan secara kognitif dan biologis.
> Terapi Behavioral : Para terapis dari aliran behavioral mencoba untuk mengembangkan prosedur terapeutik untuk mengubah aspek seksual individu. Terapi aversif dilakukan dengan memberikan kejutan fisik saat seoseorang menunjukkan perilaku yang berkaitan dengan parafilia. Metode lain, disebut satiation yaitu seseorang diminta untuk bermasturbasi untuk waktu lama, sambil berfantasi dengan lantang. Kedua terapi tersebut, apabila digabungkan dengan terapi lain seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat bermanfaat terhadap paedofilia, transvestisme, eksibisionisme, dan transvestisme (Brownell, Hayes, & barlow, 1977; Laws & Marshall, 1991.
> Terapi Psikoanalisis : Pandangan psikoanalisis adalah gangguan itu timbul karena adanya gangguan karakter yang dahulu disebut gangguan kepribadian, sehingga sangat sulit untuk ditangani dengan keberhasilan yang cukup memadai.
> Penanganan secara Kognitif : Prosedur kognitif sering digunakan untuk mengubah pandangan yang terdistorsi pada individu dengan parafilia. Diberikan pula pelatihan empati agar individu memahami pengaruh perilaku mereka terhadap orang lain. Banyak program penanganan yang memberikan program pencegahan relapse, yang dibuat berdasarkan program rehabilitasi ketergantungan obat-obatan terlarang.
> Penanganan secara Biologis : Intervensi biologis yang sempat banyak diberikan dua generasi yang lalu adalah dengan melakukan kastrasi atau pengangkatan testis. Baru-baru ini, penanganan biologis yang dilakukan melibatkan obat-obatan. Beberapa obat yang digunakan adalah medroxyprogesterone acetate (MPA) dan cyptoterone acetate. Kedua obat tersebut menurunkan tingkat testosteron pada laki-laki, untuk menghambat rangsangan seksual.
sumber :
PSIKOLOGI ABNORMAL (edisi ke 9), oleh Gerald C Davidson, John M Neale, Ann M Kring.
ABNORMAL PSYCHOLOGY CORE CONCEPTS, oleh James N Butcher, Susan Mineka, Jill M Hooley
http://abnormalkelasc.blogspot.com/2012/01/eksibisionisme.html
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/10/03/apakah-anda-seorang-eksibisionisme-492505.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar