L O V E

L O V E

Jumat, 18 Februari 2011

Kesehatan Mental di Lingkungan Sekolah

PENDAHULUAN

Kesehatan mental bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental merupakan gabungan dari banyak bidang disiplin. Lingkupnya melampaui rumah kita, meliputi sekolah, lembaga agama, rumah sakit, dan lembaga-lembaga lain yang membantu mengembangkan reaksi-reaksi emosi yang stabil dan pola-pola tingkah laku yang diinginkan pada individu-individu dari segala usia.

1. Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental memiliki banyak pengertian dari banyak tokoh. Ada yang menyebutkan bahwa kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidak kemampuan menyesuaikan diri (Alexander Schneider). Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa kesehatan mental adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan meningkatkan kesehatan mental (DB Klein), dan menurut WHO kesehatan mental adalah seseorang yang sehat mental/jiwanya adalah seseorang yang merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup,dan menerima orang lain apa adanya serta berpikir positif pada diri sendiri dan orang lain.

2. Perkembangan Kesehatan Mental

Perkembangan kesehatan mental sudah ada sejak zaman prasejarah. Pada zaman prasejarah kesehatan mental manusia purba sering mengalami gangguan seperti, infeksi dan artritis. Selanjutnya kesehatan mental juga ditemukan oleh Phytagoras,Hypocrates, dan Plato di zaman peradaban awal. Mereka memaparkan arti kesehatan mental yang berbeda-beda. Phytagoras memberikan penjelasan alamiah tentang penyakit mental, sedangkan Hypocrates berpendapat bahwa penyakit/gangguan otak adalah penyebab penyakit mental dan Plato pun mempunyai penjelasan yang berbeda juga tentang kesehatan mental. Perkembangan selanjutnya kesehatan mental pada zaman Renaissesus, pada zaman ini di beberapa negara eropa, para tokoh agama, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa kesehatan mental berhubungan dengan dunia tahayul.

Kesehatan mental pun semakin berkembang. di Era modern kesehatan mental mulai di kaitkan dengan penyesuaian diri. Kesehatan mental merupakan kunci dari penyesuaian diri yang sehat dan kesehatan mental merupakan bagian dari integral dari proses adjustment secara keseluruhan. Dilihat dari aspek kesehatan mental penyesuaian diri dibagi menjadi dua yaitu penyesuaian diri normal (well adjustment) dan penyesuaian diri menyimpang.

Seseorang dikatakan memiliki penyesuaian diri yang normal, apabila mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah secara wajar, tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar, serta sesuai dengan norma agama. Ada beberapa karakteristik penyesuaian diri normal yaitu absence of excessive emotionality, absence of psychological mechanisme, absence of the sense of personal frustration, rational deliberation and self-direction, ability to learn, utilization of past experience, realistic, objective attitude.

3. Hubungan Kesehatan Mental dengan Disiplin Ilmu Psikologi

Kesehatan mental juga memiliki hubungan dengan ilmu disiplin lainnya. Psikologi contohnya, ada yang disebut dengan psikologi abnormal. Psikologi abnormal adalah ilmu yang menangani penyimpangan tingkah laku manusia dan membantu memberi wawasan kepada ahli ilmu kesehatan mental mengenai fakta tentang penyebab dari gangguan kepribadian. Selain itu psikologi pendidikan juga dapat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai pengaruh pengalaman sekolah terhadap kesehatan mental.

Contoh yang ada yaitu pada siswa siswi sekolah yang tidak siap dengan UN merupakan salah satu tanda adanya gangguan mental, mengingat usia remaja merupakan fase yang rawan labil dan dinamis.

Sebelum lebih jauh membicarakan tentang kesehatan mental pada umumnya tak kalah penting dengan kesehatan jasmani. Yang membedakan kesehatan jasmani dengan kesehatan mental adalah gangguan pada kesehatan mental berakibat pada timbulnya penyimpangan perilaku yang tidak diinginkan oleh diri sendiri maupun orang lain.

Anak dalam masa perkembangan akan dihadapkan dengan berbagai lingkungan, tapi lingkungan yang akan dihadapinya lebih dulu adalah lingkungan primer yaitu lingkungan keluarganya. Tanpa disadar orangtua dan saudara kandungnya secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi perkembangannya. Selain lingkungan primer ada juga lingkungan sekunder yaitu lingkungan sekolah. Di sekolah anak bukan hanya mendapatkan pelajaran tapi juga di sekolah mereka diajarkan untuk bersosialisasi dengan lingkungan disana. Sama seperti lingkungan primer lingkungan sekunder juga mempengaruhi masa transisi pada anak. Didalamnya juga tak lepas dari adanya gangguan-gangguan yang mempengaruhi kesehatan mentalnya. Menurut Dr.Moh Surya gangguan mental yang di alami anak di sekolah adalah masalah kesulitan belajar, masalah kenakalan remaja, masalah disiplin, dan masalah gangguan mental.

Pada umumnya perhatian akan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental dilingkungan sekolah kerap luput. Perlu perhatian khusus dari orang-orang yang berperan dilingkungan sekolah contohnya guru terhadap kesehatan mental para peserta didik yang berakibat timbulnya penyimpangan yang sangat merugikan.

Manifestasi dari berbagai gejala gangguan mental para peserta didik ini pada akhirnya mempengaruhi pencapaian kognitif akademik siswa berupa prestasi belajar dan berpengaruh pada psikis peserta didik juga. Pada perkembangan psikis, hal ini terkait pada kenakalan remaja. berupa tingkah laku agresif, pergaulan bebas, tindakan asusila dan sebagainya.

Dari uraian diatas kita dapat memahami kesehatan mental yang dialami anak di sekolah.

oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat diupayakan untuk menerapkan prinsip kesehatan

mental di lingkungan sekolah. Menurut Dr.Moh Surya mengungkapkan beberapa saran yaitu :

1. Menciptakan suasana sekolah yang nyaman agar peserta didik betah,

2. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk peserta didik,

3. Menggunakan metode dan alat belajar yang dapat memotivasi belajar peserta didik,

4. Ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan,

5. Menggunakan prosedur evaluasi untuk dapat membesarkan motivasi belajar,

6. Menciptakan situasi sosial yang baik dan membantu perkembangan pribadi anak,

7. Peraturan dan tata tertib yang mudah dipahami,

8. Kerjasama dan saling pengertian dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan,



Sumber :

http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/kesehatan-mental

http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/25/kesehatan-mental-di-lingkungan-sekolah/

staff.ui.ac.id/internal/0800300001/material/KesehatanMental.doc

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Efek%20Psikologis%20Facebook%20bagi%20Kesehatan%20Mental&&nomorurut_artikel=309

http://fkunhas.com/hubungan-ilmu-kesehatan-mental-dan-disiplin-disiplin-lain-20101107883.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar